Ada 6 Jenis Personality, Kamu yang Mana?

Klasik, tapi telat populer. Ya, karena emang zamannya sekarang informasi lebih gampang buat didapet, jadi kesannya ini hal baru. Alpha dan Beta. Ini bukan tentang ilmu fisika atau apalagi teologi. Keduanya dikenal untuk mencerminkan kepribadian dari cowok.

Ah, kan semua cowok sama aja!”, teriak cewek dari kejauhan.

Iya, ntar dulu, sabar ya. Terlepas dari label yang diucapin entah siapa cewek yang teriak itu, Alpha dan Beta cuma 2 dari total ada 6 personaliti, yaitu lainnya ada Omega, Delta, Sigma, dan Gamma. Kalo kalian tau, kenal, dan ngerti keenamnya, mungkin semua cowok nggak bakal keliatan sama.

 

Alpha

Terkenal, pemimpin, menarik secara tampilan, pinter dan punya percaya diri tingkat tinggi. Mereka umumnya seorang pemimpin perusahaan atau organisasi, karena kepribadian mereka yang dominan. Biasanya paling menonjol di dalam suatu pertemanan dan sangat sangat menyukai kalo diperhatiin orang, bukan care tapi attention. Urusan cewek, Alpha juga yang paling banyak pengagumnya. Alpha emang gampang disukain sama banyak orang. Punya kharisma, memesona, dan bisa juga jadi angkuh. Eh, angkuh tuh apa ya? Sengak deh. Meski begitu, Alpha dikenal sebagai pemimpin sejati.

 

Beta

Kepribadian kedua yang paling dikenal. Beta umumnya ngerujuk sebagai seorang “manginas” atau pemuja cewek. Mereka memperlakukan cewek bak ratu, sesuatu yang bukan ciri Alpha. Nggak berani ambil resiko dan “main aman” karena mereka kelewat hati-hati sama konsekuensi yang bisa diterima. Dianjurin supaya Beta nggak memimpin sesuatu. Mereka nggak punya fisik, kharisma, dan percaya diri kayak Si Alpha.

Perlu diperjelas, Beta bukan manginas atau menurut kamus sebagai male feminist, mereka cuma punya loyalitas tinggi atau setia. Beta suka berolahraga dan penting untuk tampil sempurna. Beta juga sebenernya bisa jadi sahabat atau temennya Alpha, karena kedua punya kesamaan suka memperbaiki diri gitu.

 

Omega

Kebalikan dari Alpha. Omega punya banyak temen tapi lebih milih ngelakuin dan nyelesain sesuatunya sendiri, tanpa bantuan. Cowok Omega umumnya nggak terlibat intim dalam suatu kelompok tertentu dan nggak memiliki keinginan buat jadi pemimpin atau menonjol. Omega punya hubungan baik dengan berbagai temen dan suka bekerjasama buat nyelesaiin sesuatu dengan kemampuan sendiri. Mereka bangga sama kemampuannya tanpa punya “ego” didalam dirinya. Sifat cerobohnya sering dianggap sebuah bentuk kemalasan.

Cowok Alpha diakuin sama temen-temennya sebagai orang yang paling tangguh, paling terkenal dan paling pinter. Cowok Omega nggak begitu peduli sama apa yang temennya bilang. Dalam dirinya, dia tau kalo dia memiliki suatu yang lebih. Bagai dua sisi mata uang. Keduanya sangat efektif dalam mencapai tujuan. Cowok Omega selalu berkembang. Nggak peduli dengan status tapi lebih merhatiin pencapaian diri.

 

Delta

Cowok yang biasanya bergantung sama cowok Alpha dan Omega, dengan harapan bisa ikut populer buat bisa sukses. Mereka berharap dengan menjadi teman dengan dua cowok terkuat, mereka akan memiliki lebih banyak kekuatan dan pengaruh dibanding Beta dan cowok lainnya. Cowok Delta cenderung lemah, nggak cuma soal fisik, tapi juga mental. Delta nggak berfokus pada perbaikan diri tapi berfokus sama gimana caranya memperoleh keuntungan dengan bergaul sama cowok yang lebih kuat. Bertahan dan berkembang dengan cara “bareng-bareng”, ini adalah tipe cowok paling lemah. Delta juga melakukannya dengan cara berbohong, menipu menyebarkan rumor dan biasanya menyalah pihak cowok karena mereka adalah pembela kaum cewek, seseorang yang ngebela hak cewek. Sangat sombong tentang segala kecerdasan dan kemampuannya, dan menghabiskan waktunya dengan cara menghina orang lain. Sementara nggak berani ambil resiko selama hidupnya.

 

Sigma

Seorang yang sangat manipulatif. Mereka memiliki pikiran yang licik, intuitif dan bisa memengaruhi orang-orang sesuai keinginannya. Mereka nggak sesombongan Alpha atau Omega, tapi mereka memiliki kepandaian dan orang cenderung waspada dan menghargai mereka karena hal itu. Mereka seringkali bisa lebih kuat daripada cowok Alpha atau Omega dalam situasi sosial, karena kemampuan mereka untuk meyakinkan dan memanipulasi. Mereka bukan bagian atau pemimpin melainkan disebut “wild card”, orang luar yang nggak terlibat di kehidupan sosial.

Sigma dan Alpha biasanya teman baik karena Alpha nggak pernah ngerasa bahwa dominasinya terancam oleh Sigma. Cowok Sigma biasanya dianggap aneh. Gamma sering berpikir bahwa mereka adalah Sigma, karena gagal memahami bahwa Sigma bukanlah orang yang dikucilkan dari lingkungan sosial

 

Gamma

Biasanya jarang dikenal orang, mereka nggak istimewa dan bukan berarti nggak ada. Meskipun gitu, mereka fokus buat ngembangin diri sendiri dan nyari kebahagian dengan hal-hal kayak main video game, punya karir yang baik, pernikahan dan sebagainya. Gamma emang biasa-biasa aja dari penampilan fisik, kekayaan, kekuatan, status dan kecerdasan. Ini bisa diliat sebagai kelemahan. Mereka umumnya seorang penyendiri atau dikucilkan oleh lingkungan.

Penulis: Fikri Ardiansyah

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *