Anak Muda Kok Kolot!

Ibu Susi Pudjiastuti, Benjamin Franklin, Mark Zuckerberg, Elton John, Steven Spielberg, dan Ralph Lauren adalah beberapa figur populer dan sukses dibidangnya masing-masing. Pencapaian mereka tentu bukan tanpa proses. Faktor penentunya adalah kolaborasi antara akal dan kerja keras. Yak, akal! Tepat disana awal dari terciptanya sebuah karya, produk, teknologi, etc.

Tags: Fakta anak muda

Akal – Ide – Realisasi (nyata), merupakan konsep sederhana dari proses menciptanya seorang manusia. Persoalan kemudian ide itu bakal berhasil atau nggaknya bisa dibicarain nanti. Pokoknya, ini adalah pondasi awalnya.

Hasil olah akal (daya pikir), nggak bisa sembarangan dinilai bagus atau jelek. Untuk bisa bilang sesuatu itu buruk, wajib ada pembandingnya, ada bukti atau petunjuk kayak apa versi bagusnya. Dan orang berakal itu identik sama orang pinter. Masa sih?

Tags: Fakta anak muda

“Orang pinter bakal ngehasilin ide yang bagus dan orang bodoh ngehasilin ide yang pasti bodoh juga”.

 

Pinter atau nggaknya ditentuin pake ranking berapa di kelas, seberapa cepet lulus kuliah, kuliahnya dimana, atau berapa nilai IPK. Di Indonesia, emang perspektif ini yang lumrah dipake. Apa salah? Coba pake teori ini, ya. Orang pinter (ranking 3 besar, lulus kuliah 4 tahun dengan IPK 3,8) – idenya bagus.

Based on figur-figur yang udah disebutin dipaling atas, kalian tau kan kalo pendidikan mereka semua nggak sampe selesai? Informasi umumlah, ya. So, belum apa-apa, teorinya udah patah tuh. Kalo pake teori tadi, Bu Susi dkk. adalah orang bodoh. Mereka kemudian disebut pinter dari kacamata “sekarang mereka adalah …”

Berbagai literatur nyebutin, kalo mereka nggak nyelesaiin pendidikan formal bukan karena bodoh, males atau badung. Mereka bermodal kerja keras dan fokus pada tahap Ide Realisasi (nyata)-nya.

Kalian yang masih kuliah atau udah lulus, gimana ngeresponnya? Ada nggak ya yang nyoba-nyoba ngikutin cerita dari proses keberhasilan mereka? Lagi kuliah, tapi nggak ada apa-apa terus cabut aja gitu, terus terjun ke bisnis.

Nggak bisa nolak kalo ijazah di Indonesia itu fungsinya sakral. Bisa ngelanjutin pendidikan ke Strata 1 atau nerusin ke tingkat selanjutnya itu menakjubkan! Kalian yang “lebih pinter” dari mereka udah semestinya bisa ciptain sesuatu yang jauh “lebih bagus”.

Sambil berteori dikampus, seimbangin sama praktik, bangun dan jaga networking karena teman adalah uang. Terus, kalo punya keahlian jangan dipendem aja. Kalo nggak punya? Nggak mungkin! Minimal passion punyalah. Begitu lulus, portofolionya keren. Cari kerja pasti lebih gampang atau bisnis sendiri juga oke, tinggal fokus dan kerja keras, terus sukses!

Tags: Fakta anak muda

Penulis: Fikri Ardiansyah

__________________________

Baca juga: Jadi Traveler itu Banyak Untungnya!

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *