Antara Backpacker, Flashpacker, dan Turis, Kamu yang Mana?

Kata ‘traveling‘ dan ‘travelling‘ memiliki arti yang sama, dan keduanya tergolong benar. ‘traveling‘ itu american english, sedangkan ‘travelling‘ adalah british english. Jika diartikan berdasarkan kamus, Traveling merupakan aktifitas berpergian dari satu tempat ke tempat lain. Singkatnya, Traveling adalah jalan-jalan. Lebih kompleksnya lagi, traveling merupakan pencarian makna, pengalaman, serta wawasan di suatu tempat yang sedang kita kunjungi, dan memberikan dampak positif bagi pelakunya, baik itu secara sifat maupun pemikiran. Traveling bukan berarti berkunjung ke tempat yang selalu baru dan jauh dari rumah. Berkunjung ke kota sebelah juga termasuk traveling, selama ada penemuan yang membuahkan hal baik dari penjelajahan yang kita lakukan.

Nah, ada tiga jenis cara atau paham dalam traveling, yang kerap kita bikin kalian bingung. Berikut penjelasannya.

Backpacker

Foto: Travelink

Backpacker adalah istilah yang sering digunakan pelancong dalam menggambarkan kegiatan traveling-nya yang serba seadanya. Backpacker selalu identik dengan tas ransel, yang bermuatan dari 40 sampai 70 liter, ata kita biasa menyebutnya daypack. Kegiatan backpacker sangat tenar dikalangan anak muda, tapi bukan berarti golongan dewasa tidak menerapkannya. Kegiatan ini selalu diklaim sebagai kegiatan yang memiliki dampak luas. Siapapun yang melakukannya akan mendapatkan wawasan dan kepribadian positif. Sederhananya, backpacker adalah jenis traveling yang meminta kita untuk mengatur perjalanan se-efisien mungkin, dengan dana yang se-minimal mungkin.

Flashpacker

Foto: Wayfaring

Tidak terlalu jauh dengan backpacker, flashpacker juga memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari makna dalam perjalanan. Kedua jenis ini sama-sama memiliki kecintaan terhadap kebebasan waktu, namun tidak pada orientasi perjalanan. Saat traveling, seorang backpacker lebih berorientasi pada pendanaan, sedangkan seorang flashpacker lebih berorientasi pada pengalaman dan waktu. Seorang flashpacker sangat menghargai waktu, dan memiliki ekspektasi yang tinggi terhadap waktu saat liburan. Sebagai contoh, jika seorang backpacker dan flashpacker ingin menikmati indahnya pantai Bali, maka backpacker akan memiliih moda transportasi bus guna meminimalisir dana, sedangkan flashpacker akan lebih memilih pesawat guna mendapatkan waktu yang lebih banyak saat di lokasi tujuan.  Di samping itu, kedua jenis paham jalan-jalan diatas memiliki kesamaan, yaitu semua rencana perjalanan diatur oleh diri sendiri.

Turis

Foto: Huffington Post

Jika kalian adalah orang yang gemar jalan-jalan menggunakan biro jasa atau travel agent, maka kalian termasuk dalam kelompok ini. Contohnya, saat kalian ingin pergi ke Pulau Seribu, Jakarta, kalian lebih memilih menyewa travel agent untuk mengatur segala rencana perjalanan kalian. Memang banyak kelebihan yang didapat dari penerapan jenis ini, salah satunya adalah energi dan waktu. Energi kalian akan lebih terjaga karena tidak perlu mengatur segala kerumitan perjalanan, dan waktu yang kalian dapat juga akan lebih luas sehingga liburan kalian bisa lebih memuaskan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *