Fakta Kebiasaan Anak Belitung yang Ternyata Nyindir Jakarta

Terutama buat kalian yang punya teman saat berlibur ke Belitung,  apalagi jika kalian dikenalin sama anak Belitung lainnya, kalian pastinya akan mendengar kata-kata berikut, yang ternyata kalau dipikirkan lagi, beberapa hal ini merupakan budaya yang aneh tapi nyata, dan nyindir Ibukota Jakarta banget!

fakta unik belitung

Mana ada bayar-bayaran!

Foto: istockphoto

Belitung jadi destinasi wisata unggulan Negeri bukan hanya karena kharisma alamnya, tapi juga karena kenyamanan yang disajikan untuk pengunjungnya.

Di Belitung, singgah di pantai seperti menyambangi rumah kerabat dekat, bisa kapanpun dan tanpa syarat. Tidak ada pungutan liar yang kerap kita temui di tempat-tempat wisata di  Jakarta. Sekalipun ada, itupun cuma untuk kebersihan, dan hanya berlaku di akhir pekan. Sedangkan di Ibukota bahkan sekitarnya, ada banyak jenis tiket yang harus kita bayar cuma untuk menikmati sepotong sunset di tepian pantai yang tertutup polusi, belum lagi harga jajanan yang terlampau jauh antara penjaja di luar dan di dalam pagar.

________

Baca juga: Destinasi Wisata Unggulan Belitung: Pulau Lengkuas

________

Macet cuma mitos

Foto: absfreepic

Manggar ke Tanjung Pandan jarak memiliki total 77km, atau tiga kali lipat lebih jauh dari Depok ke Kalibata. Tapi, waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan dari Manggar menuju Tanjung Pandan bisa lebih cepat dibanding Depok-Kalibata. Aneh, ‘kan?

Hal ini sebenarnya juga berkaitan dengan luas dan populasinya. Belitung memiliki luas area 4.800 km persegi, tapi hanya ditinggali oleh sekitar 271.000 jiwa; Sedangkan Ibukota hanya memiliki luas 661,52 km persegi, tapi populasinya lebih dari 10 juta jiwa, yang membuatnya masuk dalam urutan kedua metropolitan terbesar di dunia. Hmm, bangga atau prihatin?

 

Bersih itu biasa

Kedua daerah ini, Belitung dan Jakarta, memang memiliki pasukan orange, tapi kebersihan di Negeri Laskar Pelangi sangat jauh lebih baik dibanding Ibukota yang memiliki anggaran selangit. Yaa, you know lah.

Bersih itu hal yang wajar di Belitung. Jangankan di area kota, lokasi wisata di Belitung sekalipun, entah bagaimana, selalu terjaga kebersihannya. Padahal, seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, tidak ada biaya retribusi atau jenis-jenis tiket dari kelompok apapun yang terkadang jadi pertanyaan di benak wisatawan.

_________

Baca juga: Pulau Kelayang, Destinasi Penuh Kejutan

_________

fakta unik belitung

Ngapain dikunci stang?!

Foto: Tribun News

Himbauan pihak kepolisian di Ibukota perihal mengunci ganda kendaraan, ternyata agak terlupakan di Belitung. Bukan karena masyarakat Belitung benci aturan, tapi lebih disebabkan minimnya perilaku kriminal disana. Jadi, mau parkir di manapun, mereka santai tanpa perlu takut kendaraannya di macem-macemin. Tapi, bukan berarti suka sembarangan, ya.

Berbeda dengan Belitung, meskipun gagang setir telah di kunci berlapis-lapis, meskipun kamera pengawas mengintai dari berbagai arah, meskipun lalu lalang orang tak pernah henti, pencuri kendaraan bermotor di Ibukota tanpa istirahat atau jeda terus beraksi, dan anehnya kerap kali berhasil. Sementara di Belitung, mereka berguyon toko penjaja kunci hampir gulung tikar.

Penulis: Dewa Aji Panggalih

fakta unik belitung

 

 

 

 

 

___________________________________________________________

Raisa, Kong Djie, yuk?

Teks & foto: Dewa Aji Panggalih

“Ngopi bareng sunset di Belitung”

Pulau Belitung memang menyimpan segudang pesona, baik itu alamnya ataupun kulinernya yang kebanyakan khas dari lautan. Tapi ternyata, nggak cuma itu saja! Belitung memiliki satu warung kopi yang, entah bagaimana,  melegenda dan dikenal dari generasi ke generasi. Yap! Nggak lain dan nggak bukan, warung kopi Kong Djie.

________ wisata kuliner belitung, kopi belitung, wisata malam belitung, kong djie

Baca juga: Ternyata Suku Ini Penghasil kopi yang Nikmat

________

Warung kopi ini sudah berdiri sejak tahun 1943, tepatnya di kota Tanjung Pandan. Kalau dilihat perkembangannya, warung kopi ini memang nggak berubah posisinya dari dulu hingga sekarang, hanya saja bangunannya yang direnovasi mengikuti zaman dan sudah memiliki banyak cabang. Jadi, tampilan warung kopi ini sudah cukup modern, mengikuti tata ruang kafe milenial pada umumnya. Namun, sentuhan klasik dari warung kopi ini masih tertanam pada teko-teko kopi yang berukuran besar, dapat terlihat dibagian depan warung.

Ruangan untuk duduk santai sambil menikmati kopi terbagi menjadi dua ruangan, yang satu tempat yang cukup tertutup dinding dan satu lagi terbuka. Selain itu, jika melihat ke bagian belakang dari warung kopi ini akan terlihat pemandangan yang langsung menghadap ke pantai. Salah satu menu unggulan dari warung kopi ini adalah Kopi O.

________ wisata kuliner belitung, kopi belitung, wisata malam belitung, kong djie

Baca juga: Kopi dan Traveling Nggak Selalu Akur, Lho!

________

Kopi ini disajikan dengan dua pilihan, yaitu panas atau dingin. Untuk menemani serunya ngobrol sambil menikmati kopi dengan orang terdekat, Kong Djie juga menyediakan menu makanan ringan seperti kentang goreng, singkong, nasi gemuk, dan banyak lagi. Harga-harga yang ditawarkan oleh kedai Kong Djie ini terbilang sangat terjangkau.

Untuk menikmati segelas kopi, harganya hanya berkisar dari harga Rp 8.000 sampai Rp. 13.000 saja. Ditambah lagi dengan suasana yang disajikan oleh warung kopi ini yang bikin betah berlama-lama. Kalau biasanya orang bilang “Ngopi, yuk!”, sementara di Belitung, bilangnya “Raisa, Kong Djie, yuk!” #ngayal

Penulis: Dewa Aji Panggalih

wisata kuliner belitung, kopi belitung, wisata malam belitung, kong djie

Masih ada serentetan tempat nongkrong asik di Belitung. Selengkapnya bisa kalian baca dalam majalah Gloob! edisi ke-7. Download pada link di bawah ini:

Download Majalah Gloob! edisi ke-7

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *