Ini Caranya Mengatasi Dingin Saat Mendaki

Mendaki gunung merupakan aktifitas yang sedang digemari orang akhir-akhir ini. Selain pemandangannya, puncak suatu gunung juga memberikan hawa sejuk bagi siapapun yang dateng.

Nggak semua orang dapat menikmati keindahan panorama yang ada dipuncak gunung, karena membutuhkan fisik yang kuat, peralatan yang lengkap, dan kewaspadaan yang tinggi.

Salah satu tantangan yang kita dapat apabila kita telah mencapai puncak adalah udaranya yang dingin. Hal itu nggak hanya mengganggu jika kita ingin beristirahat dan menikmati suasana gunung, bahkan bisa menyebabkan hipotermia atau kondisi tubuh yang mengalami tekanan dingin yang bisa melemahkan pernafasan sekaligus detak jantung.

Dalam hal mengatasi suhu dingin saat mendaki, tim Gloob! memiliki beberapa tips, yaitu:

  1. Makanlah makanan yang menyehatkan
Foto: Martamontenegro

Saat cuaca dingin, kaki dan tangan menjadi bagian yang pertama kali terasa dingin, yang terjadi adalah pembuluh darah yang menuju bagian tersebut menyempit, sehingga aliran darahnya berkurang. Dengan memberikan asupan makanan yang banyak memiliki kandungan zat besi dan kalsium, maka akan membuat tubuh lebih hangat. Makanan seperti kentang, daging, dan sarden sangat membantu tubuh untuk menjaga stabilitas suhu aliran darah.

  1. Pakai baju putih dan hindari Jeans
Foto: TheWrap

Beberapa orang akan berpikir bahwa kain tebal yang terdapat pada celana jeans akan membuat tubuh terlindung dari dingin, namun kenyataanya terbalik. Selain memberatkan jika basah, bahan celana jeans tidak dapat menahan tekanan suhu dingin yang ada di puncak gunung. Berbeda dengan celana jeans, baju berwarna putih akan menangkap dan menjaga hangat tubuh dan menepis hawa dingin.

  1. Perbanyak minum air putih
Foto: Projetfpi

Meski berada di dalam udara dingin dan tubuh tidak berkeringat, namun sebenarnya cairan di dalam tubuh tetap dikeluarkan dalam bentuk urine dan juga napas. Jika cairan ini tidak segera digantikan, maka bisa memicu terjadinya dehidrasi yang membuat fungsi tubuh tidak bisa bekerja optimal.

  1. Jahe, bukan minuman beralkohol
Foto: StethNews

Banyak pendaki yang suka mengonsumsi minuman beralkohol dengan alesan “untuk ngangetin badan”. Pada kenyataanya, minuman alkohol tidak cukup membantu tubuh untuk menjadi hangat, bahkan bisa berdampak buruk, karena meminum minuman beralkohol dapat membuat pendaki yang meminumnya tidak sadarkan diri. Salah satu dan minuman yang paling berguna untuk menjaga tubuh dari dingin adalah jahe, karena di dalam jahe terdapat zat-zat alami yang menyehatkan dan dapat membuat tubuh terasa hangat lebih lama.

  1. Teruslah bergerak
Foto: Madness

Dengan banyak bergerak, jantung akan memompa darah lebih cepat sehingga aliran darah dalam tubuh tidak terpengaruh oleh hawa dingin yang menusuk.

 

Semoga tips-tips diatas yang diharapkan dapat membantu teman-teman pendaki guna mengurangi resiko yang ada. Jagalah alam selagi ada, agar cerita berlanjut ke generasi selanjutnya.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *