Papandayan dan Sayang-Sayangku

Foto & teks: Dewa Aji

Beberapa waktu lalu, saya dan teman seperjuangan di masa SMA berkunjung ke Garut, lebih tepatnya Gunung Papandayan. Di perjalanan itu, saya melihat dan mengalami banyak hal yang baru dan nggak biasa. Cerita lengkap perjalanan saya mendaki Papandayan sudah saya paparkan di artikel Pendakian Papandayan.

Di artikel ini, bedanya, saya akan bercerita melalui gambar. Nggak ada teknik fotografi yang terlalu apik dalam memvisualisasikannya. Nggak ada kaedah jurnalisme yang mutlak sana-sini dalam pengemasannya. Ya, maklum, saya juga nggak ngerti-ngerti amat.

Foto-foto ini diambil jauh sebelum Gunung Papandayan se-necis sekarang.

Jurnal foto gunung papandayan
Foto terakhir sebelum perjalanan pulang dimulai. Kayaknya saya bukan satu-satunya orang yang tiap ngelihat foto ngumpul bareng kerabat, dimana dan ngapain pun itu, langsung teringat hal seru di dalamnya dan berkata dalam hati, “kangen banget, aseli!”

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *