Kenapa Memetik Edelweiss Sangat Dilarang?

“Sekitar 30 dari 51 hektar area edelweiss di Gunung Gede Pangrango telah terdegradasi. Lebih parahnya lagi, di Semeru, edelweiss jawa telah punah,”

Pertanyaannya: Kenapa Edelweiss tidak boleh dipetik?

Mungkin point di atas udah cukup menjelaskan kenapa edelweis sangat dilindungi. Tapi, Gloob! bakal ngasih alasan lebih tentang ini semua.

Waktu tim Gloob! ke Gunung Galunggung, Tasikmalaya, ada salah satu hal yang paling mengganggu kala itu, yakni penjualan Bunga Edelweiss. Ada yang dibuat jadi gantungan, gelang, bahkan ada yang langsung seikat. Kacau! Harganya juga perih, nggak lebih dari Rp. 20.000 untuk bunga yang memiliki beribu manfaat ini. Padahal, Daftar Merah IUCN (International Union of Conservation Nature) sendiri memaparkan bahwa bunga edelweiss telah masuk dalam kategori kritis.

Bunga Edelweiss hidup pada ketinggian 1.800 hingga 3.000 meter di atas permukaan laut, dan bunga inipun menjadi simbol nasional bagi negara Austria, Switzerland, Slovenia, Bulgaria, dan Romania. Lebih dari 250 spesies serangga termasuk pula tumbuhan bergantung dengan tumbuh suburnya bunga edelweiss. Jadi, bukan “mati satu, tumbuh seribu” lagi, tapi “mati satu, mati semua!”

Bunga yang dijuluki Bunga Abadi ini sangat dilindungi pencinta alam, bahkan negara. Di pasal 33 undang-undang No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya alam Hayati dan Ekosistemnya juga sangat jelas melarang tingkah laku norak ini. Siapapun yang melanggar, bakal kena sanksi pidana 10 tahun penjara dan denda Rp. 200 juta. Mantap, toh?

Sekalipun dipetik, bunga yang masuk dalam keluarga Asteraceae atau satu rumpun dengan Bunga Daisy ini pasti digunakan hanya untuk kepentingan medis. Nggak sembarangan! Penyakit yang kerap menggunakan Edelweiss sebagai bahan dasar obat biasanya berhubungan dengan perut dan pernafasan. Kebanyakan termasuk dalam kategori penyakit berbahaya!

Alasan para pendaki pongah memetik bunga edelweiss umumnya karena mereka pikir terlihat keren, biar dibilang anak gunung banget, dan terpengaruh mitos nggak nyambung yang muncul entah dari mana. Jadi, katanya, kalo kita memetik bunga edelwiss bareng pasangan, hubungan yang lagi kita jalin bakal abadi. Duh, mereka nggak inget kalo ada sabda, “jika terjadi, maka terjadilah.”

Traveler ganteng Ramon Y. Tungka juga pernah berpesan,

“Jangan pernah meninggalkan sesuatu kecuali jejak. Jangan pernah membunuh sesuatu kecuali waktu. Jangan pernah mengambil sesuatu kecuali gambar.”

Penulis: Dewa Aji Panggalih

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *