Di lahan seluas 114 hektar, berdiri ratusan pagoda yang didominasi warna emas, begitu terang, memesona siapapun yang melihatnya.

Shwedagon, kuil tersuci bagi umat Buddha di Burma ini telah berdiri kokoh selama lebih dari 2500 tahun, dan juga menjadi destinasi yang sangat diincar wisatawan dari berbagai belahan dunia untuk pelajari beragam keindahan Myanmar melalui sejarah di baliknya.

Wisata Backpacker Shwedagon PagodaBukan perkara mudah memahami aneka nilai yang ada di Shwedagon. Perlu diketahui, meski pun kuil ini merupakan tempat beribadah umat Buddha, ada beberapa hal yang diterapkan masyarakat Burma dari ilmu- ilmu ajaran Hindu untuk beribadah, yakni berkaitan dengan hari lahir. Umat Buddha disana menggunakan hari lahirnya untuk menentukan tempat mereka beribadah.

Setiap pagoda memiliki ketentuan yang berbeda: untuk siapa dan dengan latar belakang seperti apa. Bagi kalian yang berkunjung, kalian dapat menyampaikan harapan di patung yang sesuai dengan hari lahir kalian.

Berikut ketentuannya

patung macan bagi kalian yang lahir di hari Senin; patung singa bagi kalian yang lahir di hari Selasa; patung gajah bergading bagi kalian yang lahir di hari Rabu pagi; patung gajah tanpa gading bagi kalian yang lahir di hari Rabu malam; patung tikus bagi kalian yang lahir di hari Kamis; patung babi bagi kalian yang lahir dihari Jumat; patung naga bagi kalian yang lahir di hari Sabtu; dan patung burung garuda bagi kalian yang lahir di hari Minggu.

Wisata Backpacker Shwedagon Pagoda

Beberapa bahan dasar yang digunakan untuk membangun berbagai kuil yang ada di Shwedagon merupakan salah satu alasan mewahnya tampilan destinasi ini. 13.152 batang emas digunakan untuk membangun stupa bagian atas, dan 8.688 batang emas untuk stupa bagian bawahnya.

Di puncak pagodanya, ada 2.317 batu ruby, 5.448 batu berlian, 1.065 lonceng emas, juga satu buah berlian 76 karat yang menjadi tanda titik tertinggi pagoda tersebut.

__________

Baca juga: 

Baca ulasan serta panduan lengkap menuju Swedagon Pagoda di majalah Gloob! edisi ke-10, yang bisa kalian download pada link di bawah:

Download majalah Gloob! edisi ke-10 (6 mb)

Penulis: Dewa Aji Panggalih

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *