Ngopi di Hutan? Ide Cemerlang!

Bandung yang udah terkenal banget dengan kekayaan wisatanya ternyata memiliki daya tarik lain, berbeda, dan cukup asing di telinga masyarakat Indonesia: Kopi Armor, sebuah tempat ‘rehat’ yang bukan cuma nyajiin beragam menu khas Nusantara, tapi juga nyuguhin suasana serta pemandangan yang menyejukan dan ciamik!

Lokasi

Terletak di Jl. Pakar Utara, Cimeyan, Bandung, tempat kopi yang satu ini bisa dibilang berani dan kreatif. Berdekatan dengan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda membuat suasana di Kopi Armor jadi sejuk, menyaring polusi kota Bandung yang mulai bersaing melawan Jakarta. Kopi Armor juga berdekatan dengan wisata mainstream lain, seperti Goa Belanda dan juga Curug Dago.

Desain

Dengan pemilihan lokasi bertema hutan, tata ruang Kopi Armor pun nyesuaiin, dimana kayu adalah bahan dasar beragam furnitur yang ada disana. Kurang cukup? beberapa tanaman hias juga ngisi beberapa sudut kafe tersebut. Kenyamanan pelanggan sangat diperhatikan, dan salah satu yang paling terasa adalah ruang antar-pelanggan. Biasanya, kafe-kafe di pusat kota punya keterbatasan ruang sehingga jarak tempat duduk antar-pelanggan sangat berdekatan. Namun, di Kopi Armor permasalahan jarak tersebut terselesaikan. Memiliki area yang luas, tempat duduk dengan kapasitas yang berbeda-beda banyak tersedia untuk kalian pilih.

Sajian

Sederhana tapi unik, menu yang ditawarin Kopi Armor sangat meng- Indonesia-kan pelanggannya. Mulai dari bakwan hingga pisang goreng dapat kalian pesan. Makanan- makanan tersebut pun diberikan nama yang ‘nakal’ guna membuat para pelanggan selalu ingat Kopi Armor, seperti “Cabe-cabean Si Engkong” (singkong goreng) dan “Risolinda” (risol). Tentu aja, Kopi Armor juga unggul di kopinya. Ada 7 metode pembuatan kopi yang tersedia yakni V60, aeropress, at bottom, moka pot, Vietnam drip, ibrik, dan tubruk, yang bisa kalian pilih, baik itu berjenis liberica, robusta, maupun arabica. Kopi luwak juga menjadi salah satu menu andalan Kopi Armor. Belum selesai, Kopi Armor juga nyediain aneka jenis teh, antara lain green tea, black tea, bahkan teh oolong.

Penulis: Dewa Aji Panggalih

Harga? Baca ulasan lengkapnya di majalah Gloob! edisi ke-10, yang bisa kalian download pada link ini:

Download majalah Gloob! edisi ke-10 (6 mb)

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *