Taman Nasional Bako: Keterbatasan yang Kaya

Dalam jangkauan seluas 27 kilometer persegi, kalian sudah bisa melihat beragam fauna dan flora yang terdapat di Taman Nasional Bako. Masih belum ngerti? Intinya, kita bisa melihat beraneka ragam hewan dan tumbuhan hanya dalam area yang nggak begitu luas.

________

Baca juga: Rasakan Serunya Berpetualan di Tanah Vietnam

________

Jika dibandingkan dengan Taman Nasional Baluran yang terletak di Situbondo, Jawa Timur, luas Taman Nasional Bako hanya sekitar 10%-nya. Di destinasi ini, sedikitnya terdapat 150 ekor monyet belalai yang terancam punah, dan sangat memungkinkan untuk dapat kalian lihat, namun tetaplah berhati-hati, karena mereka masih cukup liar untuk didekati. Adapula tanaman langka seperti Kantong Semar (pitcher plant) yang dapat terlihat di berbagai sisi lokasi.

When: Juni hingga Agustus.

Where: Taman Nasional Bako terletak di bagian utara Serawak, Malaysia.

Why: Selain dapat mempelajari berbagai ekosistem alam yang ada disana, kalian juga dapat berkunjung ke pulau-pulau cantik disekitarnya, seperti Pulau Lakei.

________

Baca juga: Destinasi Fenomena Alam? Ide Bagus!

________

How: Dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Kuching, Sarawak, Malaysia, ticket rata-rata berkisar Rp. 1.100.000 hingga Rp. 1.400.000 (pemesanan seminggu sebelum keberangkatan; harga selalu berubah). Dari Bandara Kuching, kalian dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus untuk menuju Bako Bazzaar, tempat dimana kalian harus menyewa perahu, karena satu-satunya jalan masuk ke Taman Nasinal Bako hanya dengan menggunakan perahu.

Biaya sekali jalan bus seharga Rp. 10.000, dan Rp. 150.000 untuk perahunya. Untuk perahu, lebih baik kalian bergabung dengan kelompok lain (sharing cost), guna memperkecil pengeluaran. Setelah sampai di pintu masuk Taman Nasional Bako, kalian harus membayar biaya retribusi sekitar Rp. 35.000/orang.

Penulis: Dewa Aji Panggalih

 

 

__________________________________________________________

Nikmati Keindahan Pantai ‘Asing’ di Ujung Genteng

Penulis: Dewa Aji Panggalih

Mungkin beberapa dari kalian ngerasa asing sama pantai-pantai ini, padahal lokasinya ada di Ujung Genteng. Sebenernya bukan baru, tapi pantai-pantai ini emang nggak se-terkenal pantai lain yang ada di Ujung Genteng.

PANTAI AMANDA RATU

Pantai ini terletak agak jauh sebelum pemukiman Ujung Genteng. Uniknya, pantai ini cukup kontras dengan pantai-pantai lain di Ujung Genteng yang khas dengan halus pasirnya. Pantai Amanda Ratu ini lebih terkenal karena ada pulau kecil yang memisah agak jauh dari bibir pantai. Bahkan, Pantai Amanda Ratu dijuluki sebagai Tanah Lot dari Pasundan. Di pantai ini juga terdapat sebuah penginapan yang cukup menarik namun sepertinya sudah nggak beroperasi, yakni Amanda Ratu Resort.

_______

Baca juga: Jajal Nuansa Romantis Khas Bali

________

PANTAI KARANG TRISNA & MINAJAYA

Untuk menuju pantai ini, jauh sebelum sampai di Ujung Genteng, tepatnya masih di Jl. Surade-Ujung Genteng, kalian harus berbelok kiri menuju Jl Cibungur-Minajaya. Dari situ, kalian hanya tinggal mengikuti jalan. Sebenarnya, Pantai Karang Trisna dan Minajaya adalah dua pantai berbeda, namun jarak antar-pantai tadi memang sangat berdekatan. Kedua pantai itu tergolong ramai, kebanyakan pengunjungnya adalah masyarakat sekitar. Area pantainya didominasi oleh pasir padat dan beberapa karang kecil. Terdapat juga warung-warung kecil dan tempat makan, cocok bagi kalian yang memang hanya ingin bersantai di tepinya.

________

Baca juga: Ini Wisata Sejuk Unggulan Ujung Genteng

________

Panduan: Biaya dan Akses Menuju Ujung Genteng

Dari Jakarta, untuk menuju Ujung Genteng seenggaknya memakan waktu perjalanan selama 7-9 jam. Rute yang harus diambil adalah Jl. Raya Ciawi-Sukabumi, lalu belok kanan menuju Jl. Nasional III (atau lebih akrab dengan sebutan Jalur Cibadak). Setelah sekitar 2 jam mengarungi Jl. Nasional III, beloklah ke kiri menuju Jampang Kulon atau Surade. Dari sana, kalian hanya tinggal mengikuti jalan utama selama kurang lebih 4 jam Papan penunjuk jalannya juga jelas, sehingga mempermudah kalian mencapai Ujung Genteng. Jalurnya pun kini telah diperbaiki, cukup bagus, nggak seperti tahun 2010 dimana banyak bagian jalan yang rusak dan mengganggu perjalanan. Biaya masuk sebenarnya hanya sekali, di gerbang awal, agak jauh sebelum masuk kawasan Ujung Genteng yang sebesar Rp. 27.000/mobil. Namun, terkadang muncul beberapa pos ‘ghaib’ di dalam kawasan Ujung Genteng yang meminta pungutan sebesar Rp. 5.000. Bagi kalian yang membawa mobil pribadi ke Ujung Genteng tapi kalian maunya berkeliling pantai menggunakan motor karena kontur jalur antar-pantainya kurang bagus, kalian bisa menyewa ojek seharga Rp. 50.000 untuk mengeksplor keseluruhan Ujung Genteng. Tapi, memang lebih baiknya menggunakan motor saja, atau bawa sepeda sendiri.

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *