Surga di Selatan Malang: Pulau Sempu

Pulau Sempu bukan destinasi yang asing lagi bagi beberapa orang. Keindahan dan petualangan di dalamnya merupakan daya tarik yang sulit ditolak untuk dirasakan.

_________

Baca juga: Solusi Sehat Berwisata ke Pantai

________

Upaya dan fisik yang tangguh juga diperlukan untuk berkunjung ke wisata unggulan kota Malang, Jawa Timur ini. Sayangnya, nggak semua orang tahu hal-hal unik yang tersaji disana. Menurut Gloob!, salah satu dan yang paling menarik adalah lumba-lumba.

Di bagian selatan camping ground ada tebing yang menghadap laut lepas, dan tebing itu umumnya menjadi spot untuk melihat matahari terbit atau terbenam. Tapi, jika beruntung, dari tebing itu juga kalian bisa melihat lumba-lumba yang berenang hilir mudik.

________

Baca juga: Spot Matahari Terbit Terbaik Se-Asia Tenggara

________

Selain lumba-lumba, ada juga beberapa binatang lain di Pulau Sempu yang bakal mengejutkan kalian bila mengetahuinya. Biar lengkap, baca panduan dan informasi seputar Pulau Sempu di majalah Gloob! edisi ke-9 pada link di bawah.

Teks & Foto: Faizal Satrio

 

 

 

 

 

__________________________________________________________

Pulau Kelayang, Destinasi Penuh Kejutan

Teks & foto: Dewa Aji Panggalih

Pulau Kelayang masih satu kawasan dengan Pulau Lengkuas. Bedanya, keunggulan Pulau Kelayang bukan pada bawah lautnya, melainkan daratannya.

_________

Baca juga: Pantai Asing di Ujung Genteng

_________

Kalian yang pertama kali kesana bakal bingung, karena tampak depan pulau ini kurang menarik, biasa aja. Tapi, kalo kalian menyasarkan diri ke dalamnya, melewati beberapa jalur yang terhalang pohon-pohon, loncat dari batu sana ke batu sini, kalian akan menemukan sebuah tempat yang pastinya bikin kalian terkejut.

Foto: Area depan pulau
Foto: Jalur hutan menuju ngarai

Bentuknya seperti ngarai, tapi dindingnya warna-warni, kayak bukan di Indonesia. Ada 3 ‘terowongan’ disana, dan masing-masingnya punya pembeda. Pertama, ada semacam gua di sebelah kiri dari arah datang. Air laut nggak masuk ke gua itu. Panjangnya sekitar 20 meter, dan tingginya 15 meter. Sebenernya, gua itu semacam celah antara 2 batu besar yang saling bersandar.

Foto: ‘Pintu masuk’ ngarai

Kedua, Gloob! nyebutnya ‘terowongan utama’ yang ada tepat di sebelah utara dari arah masuk. Nah, ini yang dimaksud ngarai berwarna-warni. Air laut yang ada di terowongan itu tingginya sekitar 60cm, tapi bisa berubah kalo lagi pasang. Bagian atasnya terbuka, nggak ketutup batu atau pepohonan, dan di tengah area terowongan ini juga ada celah jalur yang bisa nyambung ke terowongan ke-3.

_________

Baca juga: Penemuan ‘Surga’ Di Balik Leuwi Lieuk

_________

Foto: ‘Terowongan’ 2

Kalo terowongan ke-3, areanya sedikit lebih luas. Spot buat foto juga lebih banyak. Bedanya, nggak kayak terowongan ke-2, beberapa bagian terowongan ke-3 tertutup batu, jadi suasananya agak gelap, tapi tetep keren!

Biar lebih jelas, simak ulasan lengkapnya di majalah Gloob! edisi ke-8 pada link di bawah ini.

 

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *