Travel Log: Malapetaka Pendakian Gunung Papandayan

Sebuah perjalanan diukur bukan dari seberapa jauh dan indahnya suatu tempat, tapi lebih ke pengalaman yang ada di dalamnya, dan pendakian Gunung Papandayan kali ini jadi salah satu yang paling berarti.

cerita di papandayan, wisata garut, gunung papandayan, kisah gunung papandayan, fakta gunung papandayan, pengalaman di gunung papandayan, cara ke gunung papandayan, info tentang papandayan, mendaki papandayan, Pendakian Gunung Papandayan

Pendakian Gunung Papandayan

pendakian gunung papandayan.

Sayangnya, nggak semua orang beranggapan sama, malah lebih pada pencarian status “udah pernah” doang. Demi menuai status tersebut, banyak orang yang terlalu santai menganggap suatu hal. Mentang-mentang sering didatengin, terus bisa gampang ditempuh, gitu? Ya, nggak lah.

Sering dateng ke rumah mantan aja belum tentu bisa balikan, betul?

Setiap hasil itu butuh proses, dan proses itu punya sensasi yang berbeda-beda. Nggak akan mungkin sama. Maka dari itu, Gloob! mau cerita tentang pengalaman tim yang pastinya bisa dijadiin pembelajaran buat kita semua.

pendakian gunung papandayan.

“Gunung akan terus jadi gunung. Ia punya keindahan, tapi Ia juga menyimpan misteri dan bahaya di dalamnya.”

Manusia itu sering banget meremehkan hal-hal kecil. Ini dibilang gampang, itu dibilang biasa. Kalo keterusan kayak gitu, bisa bahaya banget.

Beberapa waktu lalu, tim Gloob! menjelajah lagi ke tempat wisata terkenal, yaitu gunung Papandayan, buat nyari cerita baru tentang jalan-jalan. Alhasil, dapatlah sebuah cerita yang sebenernya nggak enak buat jadi pengalaman tim.

________

Baca juga: Kenapa Pencinta Traveling Merupakan Sosok Idaman?

________

Salah satu gunung yang terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat ini emang punya popularitas yang bukan main tingginya. Ibarat aktris, Papandayan tuh Angeline Jolie versi gunungnya. Selain karena punya pemandangan yang nyihir banget, Gunung Papandayan juga disebut sebagai gunung yang mudah untuk didaki. Katanya sih begitu. Pendakian menuju puncak gunung tersebut emang nggak makan waktu lama, sekitar 3-4 jam kita udah bisa nikmatin atapnya.

Gunung yang terletak didaerah tenggara Kota Bandung ini tuh sering banget dibilang gunung untuk pemula, untuk orang yang nggak mau capek-capek nikmatin pesona yang ada di puncak gunung. Gara-gara julukan ini, banyak orang yang nganggap Gunung Papandayan ini enteng. “Gunung akan terus jadi gunung. Ia punya keindahan, tapi Ia juga menyimpan misteri dan bahaya didalamnya,” kalimat satir dari Aki (sebutan Gloob! untuk salah satu penjaga Gunung Papandayan). Jauh sebelum tim memulai pendakian, Bang Bars, salah satu rekan Gloob! sering banget berkoar soal julukan itu. Ia bener-bener nganggap bahwa Papandayan mudah untuk ditaklukin. Bang Bars keliatan optimis banget buat ngedaki Gunung Papandayan. Soalnya, dia juga belom pernah naik gunung itu.

Pendakian Gunung Papandayan

cerita di papandayan, wisata garut, gunung papandayan, kisah gunung papandayan, fakta gunung papandayan, pengalaman di gunung papandayan, cara ke gunung papandayan, info tentang papandayan, mendaki papandayan, Pendakian Gunung Papandayan

Sampai di lokasi, tim bersiap untuk melakukan pendakian. Semua diatur dengan cermat dan sesempurna mungkin, baik itu logistik maupun fisik. Bang Bars menjadi pemimpin regu. Ia memimpin pendakian yang dilakukan tim.

Emang nggak bisa diraguin, saking tingginya antusias Bang Bars, dia jalan cepet banget. Kayak ada empat paru-parunya. Sampe beberapa kali harus dipanggil untuk ngatur jarak. Pendakian pun tergolong aman, dan kami sampai camping ground kurang lebih setelah tiga jam melakukan pendakian.

Apes-nya adalah, kami membangun tenda disaat gelap datang dan hujan turun. Dingin yang terus menusuk tulang, harus kami tahan. Sampe akhirnya, hanya dua dari tiga tenda yang bisa dipasang, karena lebih dari setengah pendaki udah basah dan kedinginan. Air yang masuk kedalam tenda membuat tim semakin gemeter. Hal itu disebabkan karena belum dibuatnya saluran air untuk tenda.

“Penurunan kemampuan tubuh untuk mengatur suhu pada zona termonetral, sehingga bisa menyebabkan tidak sadar diri, bahkan kematian.”

Lalu, dua rekan tim lainnya, Jack dan Bal, berinisiatif untuk melawan dingin dan membangun tenda. Sampai akhirnya, seluruh tenda telah berdiri dan siap untuk menjadi tempat beristirahat.

________

Baca juga: Ini Caranya Mengatasi Dingin Saat Mendaki

________

Hujan mulai berhenti dan tim mulai membagi tugas. Ada yang nyiapin makanan dan ada yang ngerapihin tenda. Namun, ada rekan tim lainnya yang tiba-tiba meminta ekstra jaket, karena Ia ngerasa akan terkena hipotermia.

Perlu kalian ketahui. Hipotermia adalah sebuah kondisi yang terjadi pada penurunan kemampuan tubuh untuk mengatur suhu pada zona termonetral, sehingga bisa bikin nggak sadar diri bahkan kematian.

Suasana jadi agak panik. Lalu, nggak lama kemudian, saat dia udah cukup banyak dikasih asupan selimut (selimut kain, bukan selimut yang lain), keadaannya pun udah lumayan membaik.

Pendakian Gunung Papandayan

cerita di papandayan, wisata garut, gunung papandayan, kisah gunung papandayan, fakta gunung papandayan, pengalaman di gunung papandayan, cara ke gunung papandayan, info tentang papandayan, mendaki papandayan, Pendakian Gunung Papandayan

Setelah situasi sedikit tenang, Jack menghampiri salah satu tenda untuk menawarkan kopi, dimana didalamnya ada Bang Bars. Dengan muka panik, Jack keluar dari tirati jendela sambil teriak “Bang Bars hipo!” dan semua pendaki pun menghampiri tenda tersebut. Bang Bars udah menggigil parah, badannya kaku, kulitnya pucat, dan nggak sedikitpun nanggepin seruan yang kami beri. Semua orang panik dan semua orang membuka bajunya untuk segera diberikan ke Bang Bars. Gosokan demi gosokan kami lakukan ke tubuh Bang Bars, dengan harapan nggak ada hal buruk yang akan terjadi padanya. Capek, sumpek, dan perih karena wewangian obat penghangat kami rasakan, namun belum ada kemjuan sedikitpun dari keadannya. Segala trik yang kami tau udah kami laksanakan, tapi tetep gagal!

________

Baca juga: Pendaki Wajib Tahu Aturan Nggak Tertulis Ini

________

Bal yang tiba-tiba keluar ternyata memiliki ide yaitu memasak air. Bal memasak air, lalu memasukannya kedalam kantong plastik. Sambil mengigil dan diselimuti rasa takut, bal memberikan kantong plastik yang berisi air hangat itu dan bilang, “totol-totolin ke badannya”. Kami pun melakukan apa yang dipintanya, dan ternyata mulai menuai hasil. Setelah badan Bang Bars ditempelkan beberapa kantong plastik tersebut, Ia mulai merespon seruan rekan-rekan lainnya.

Hal itu terus dilakukan hingga Bang Bars kembali sadar. Nggak lama berselang, responsnya makin meningkat, Bang Bars-pun bangkit dari kritis yang dialaminya. Kesadarannya belum sepenuhnya balik.

Sambil duduk, dengan muka yang masih keliatan jelas bingung sekaligus shock, Bang Bars bercerita apa yang Ia rasakan saat kesadarannya hilang karena hipotermia.

“Gue nggak bisa ngeliat apa-apa. Suara lu kedengeran, tapi kecil banget, dan gue juga nggak bisa ngomong. Sebisa mungkin usaha buat nyautin… Gelap dah. Badan semuanya nggak bisa gerak,” celoteh Bang Bars yang masih nggak nyambung tapi cukup kuat terkenang di kepala tim.

 

Pendakian Gunung Papandayan

cerita di papandayan, wisata garut, gunung papandayan, kisah gunung papandayan, fakta gunung papandayan, pengalaman di gunung papandayan, cara ke gunung papandayan, info tentang papandayan, mendaki papandayan, Pendakian Gunung Papandayan

Kami pun bingung gimana Bang Bars bisa terkena hipotermia. Kami melakukan investigasi mendalam, penelitian tingkat lanjut yang dibantu para ahli untuk menemukan jawabannya, yang akhirnya kami pun menemukan alasannya setelah bertanya langsung ke Bang Bars. Ternyata, dingin yang dirasakan Bang Bars itu disebabkan karena Ia menggunakan celana dalam yang basah dan kondisi tenda juga masih tergolong berair.

Sungguh.

Tentunya situasi ini mengajarkan bahwa jangan pernah meremehkan sesuatu hal, sekecil apapun itu. Saat mendaki kemarin juga tim memperhatikan, ada tiga barang penting yang jarang dibawa, yaitu oksigen portable, matras khusus, dan penghangat ekstra. Hal ini dianggap perlu, karena traveling bukan hanya tentang tujuan, tapi juga tentang persiapan.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *