Travel Log: Berdirgahayu di Atap Prau

Sebuah pengalaman yang nggak mungkin mau tim Gloob! lupain. Di Agustus 2015, tim bersama 4000 orang lainnya menyanyikan lagu Indonesia Raya di Puncak Prau, puncak yang disebut sebagai spot matahari terbit terbaik di Asia Tenggara.

pendakian gunung prau, tips mendaki gunung prau, sunrise gunung prau, gunung prai via patak banteng

Tim memulai pendakian dari jalur Patak Banteng. Disana, kita harus membayar SIMAKSI – surat perijinan, sebesar Rp. 5.000 – harga yang masih terjangkau buat dapetin pengalaman yang wow-able!

________

Baca juga: Pendaki Wajib Tahu Aturan Nggak Tertulis Ini

________

Di area parkir, tim udah ngeliat banyak orang yang siap menjajal trek Patak Banteng. Ada yang masing ngecek logistik; ada yang tes fisik; ada juga yang rebahan sejenak di aula yang telah disediakan pihak pengelola. Semuanya punya tujuan yang sama, yaitu untuk nikmatin suasana kemerdekaan di depan matahari terbaik suguhan Ibu Pertiwi.

Belum sampe ke puncak, baru turun dari angkutan umum, tim udah mengigil duluan. Patak Banteng yang berada pada ketinggian di atas 1.000 MDPL udah bikin tim kalang-kabut karena suhunya yang nusuk.

pendakian gunung prau, tips mendaki gunung prau, sunrise gunung prau, gunung prai via patak banteng

Pendakian menuju puncak, katanya, bisa ditempuh hanya dalam waktu 3 jam. Di setiap jarak tertentu juga tersedia pos a.k.a. warung yang bisa jadi tempat rehat kalo kelelahan. Selfie juga boleh!

Di sepanjang jalur, kalian akan sering ngeliat Bunga Daisy, yang menurut penuturan warga sekitar, Prau emang jadi salah satu ‘sarangnya’ bunga yang sering dijadiin obat ini.

pendakian gunung prau
Hamparan Daisy di Jalur Pendakian Gunung Prau/Dewa Aji Panggalih

Bunga Daisy yang ada difoto bernama asli Herbras atau Garbera, yang dijepret waktu tim baru ngelewatin pos satu. Bunga jenis ini masuk dalam kelompok tanaman hias Asteraceae dan nggak cuma tumbuh di Indonesia, tapi juga di Madagascar dan Afrika.

Sebenernya, tanaman ini memiliki lebih dari 40 spesies. Warnanya juga unik-unik. Ada yang berwarna merah, oranye, sampe pink. Faktanya, Bunga Daisy punya banyak manfaat dan sering dijadiin bahan buat pengobatan.

pendakian gunung prau, tips mendaki gunung prau, sunrise gunung prau, gunung prai via patak banteng

Bunga Daisy mengandung senyawa coumarin, yang juga dimiliki oleh lavender, semanggi, dan buah ceri. Coumarin ini bermanfaat untuk dijadikan anti-tumor, semacam antibiotik untuk mengurangi resiko terkena tumor, dan juga berguna sebagai pelancar aliran darah. Tapi, kalo kalian mengonsumsinya secara berlebihan, atau bahkan bertingkah ekstrem untuk memakan bunga Daisy secara langsung, kalian bisa mati keracunan. Die!

________

Baca juga: Bikin Itinerary Nggak Segampang Yang Kalian Pikir!

________

Usut punya usut, katanya bunga Daisy ini menjadi lambang bagi seseorang yang lahir di bulan April, karena tampilan bunga Daisy sangat mencerminkan kesucian, kebaikan, dan juga keceriaan. So, buat kalian yang lahir di bulan April, kalian beruntung banget punya simbol indah kayak gini.

pendakian gunung prau, tips mendaki gunung prau, sunrise gunung prau, gunung prai via patak banteng

Oke, stop, lanjut ke perjalanan.

Tim baru mulai mendaki sekitar pukul 14.00 WIB, sehingga saat nyampe di puncak, keadaan udah lumayan sore. Pendakian tergolong lancar, walau kami emang cukup banyak berhenti karena nggak mau rugi sama pemandangan yang ada. Setiap berhenti, tim sempatkan untuk ngobrol bareng pendaki lain. Di salah satu sesi obrolan, tim ketemu pendaki asal Pontianak, Kalimantan. Wow, jauh! Katanya, dia udah sering denger omongan yang ngejelasin sunrise di Prau itu kacau banget. Dia memangkas kebutuhan sehari-hari, nabung, demi bisa terbang terus ngedaki gunung ini. Niat banget, ‘kan? Patut dicontoh.

Selesai ngobrol, tim mempercepat langkah, ngebut, karena waktu udah ngaret kemana tau dari rencana.

pendakian gunung prau, tips mendaki gunung prau, sunrise gunung prau, gunung prai via patak banteng

Saat tiba di puncak, mengingat matahari udah mulai mager, dengan segera tim mendirikan tenda dan memasak beberapa makanan untuk kita lahap seada-adanya.

Keadaan emang dingin banget, tapi masih cukup terang saat itu.

Setelah semua perabotan terpasang dan perut pun terisi, tim Gloob! mulai duduk-duduk santai sembari menikmati karya tuhan yang perfecto ini. Nggak sampe sejam, tim mulai ngerasa bingung, karena suasana menggelap. Angin mulai bertiup kencang, nggak karuan, udara dingin otomatis makin menjadi-jadi.

Tim pikir ini bakal mengecewakan, karena pemandangannya ketutup kabut, tapi ternyata itu salah. Kabut yang baru aja dateng malah menambah keseruan di puncak gunung. Setiap angin kencang menghempas, para pendaki berteriak, “lululululu” dan membuat keadaan yang awalnya mencekam berubah lucu.

pendakian gunung prau
Suasana sore berkabut di puncak Gunung Prau/Dewa Aji Panggalih

Angin dahsyat, kabut tebel, dan suhu yang nggak bercanda bukan penghalang tim dan pendaki lainnya untuk menikmati suasana yang ada. Nggak ada kekecewaan sedikitpun. Malah, kagum! Pasalnya, pemandangan yang kami dapet terasa lebih unik. Tim yakin nggak semua orang bisa dapet pemandangan ini.

pendakian gunung prau, tips mendaki gunung prau, sunrise gunung prau, gunung prai via patak banteng

Setelah puas seru-seruan di kabut nakal yang super-cantik, tim beristirahat guna menyiapkan energi untuk esok hari. Kami merencanakan bangun se-pagi mungkin supaya bisa puas menikmati matahari terbaik di Asia Tenggara itu.

pendakian gunung prau
Milky Way di puncak Prau/Dewa Aji Panggalih

Sekitar pukul 05.00 WIB, tim terbangun. Dingin terlalu tajam untuk kami lawan dan keluar dari kantung tidur. Tapi, salah satu rekan kami yang memiliki ketebalan kulit yang berbeda dari manusia pada umumnya, berani keluar hanya dengan sehelai sarung yang menyelimutinya.

_________

Baca juga: Berdasarkan Manfaatnya, Inilah 5 Buah yang Wajib Kalian Bawa Saat Mendaki

_________

“Nyese lu pada,” ucap dia yang bisa kami denger dari dalam tenda. Penasaran, tapi dinginnya di luar imajinasi. Gimanapun, kami tetep dan wajib keluar. Jaket cadangan kami pakai, lapis demi lapis.

pendakian gunung prau, tips mendaki gunung prau, sunrise gunung prau, gunung prai via patak banteng

Saat keluar tenda, entah apa yang merasup, kami cuma diam dan senyum. Hal itu berlangsung cukup lama. Kami nggak tau gimana cara ngungkapinnya. Pemandangannya terlalu indah untuk diganggu omongan yang nggak penting. Di situ, kami sadar, ini adalah kali pertama kami menikmati alam, dengan cara yang sesungguhnya.

pendakian gunung prau
Pendaki menikmati pemandangan samudra awan di Puncak Prau/Dewa Aji Panggalih

Kami udah ngerasa wajar kalo Prau diklaim sebagai spot sunrise terbaik se-Asia Tenggara. Walaupun ketinggiannya hanya 2.565 MDPL, Prau bukanlah gunung yang memberikan pemandangan biasa-biasa aja. Ia punya standar tinggi untuk itu. Terbukti, ribuan orang yang saat itu berada di puncaknya sangat merasa kagum sekaligus bangga ada disana. Nggak begitu lama kemudian, sekitar pukul 06.00 WIB, lagu Indonesia Raya serentak dinyanyikan.

Pengalaman yang sungguh males dilupain!

pendakian gunung prau, tips mendaki gunung prau, sunrise gunung prau, gunung prai via patak banteng

Rasa haru berselimut senang menghampiri tim. Di atas puncak Prau, di depan matahari terbit terbaik se-Asia Tenggara, berkerumun dengan banyak orang yang cinta dengan tanah airnya, lagu sakral tersebut lantang dinyanyikan. Hal itu bukan hanya menjadi pengalaman yang hebat, tapi juga menjadi sejarah tersendiri bagi seluruh orang yang ada disana. Dingin yang membelenggu seakan pudar, hilang tertumpuk rasa bahagia.

Merah-putih ditancapkan dan dikibarkan di berbagai sudut puncak Prau, membuat semangat kemerdekaan semakin membara.

pendakian gunung prau
Pengibaran bendera merah-putih di salah satu sisi puncak Gunung Prau/Dewa Aji Panggalih
pendakian gunung prau
Sebuah bukit di puncak Prau yang tertutup ratusan pendaki/Dewa Aji Panggalih

Selesai lagu dikumandangkan, ribuan orang tadi masih hening. Mereka seakan nggak percaya sama apa yang ada di depanya. Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, dan Gunung Slamet yang terpampang begitu jelas, megah, dilatari langit penuh warna serta berselimut awan putih, mengundang decak kagum yang butuh waktu lama untuk membendungnya.

pendakian gunung prau
Gunung Sumbing dan Sindoro yang terlihat jelas dikala pagi di puncak Gunung Prau/Dewa Aji Panggalih

Teks & foto: Dewa Aji Panggalih

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *