Phnom Aural, Puncak Tertinggi Kamboja

Berkunjung ke Kamboja akan terasa percuma jika nggak mampir ke tujuan yang satu ini, Phnom Aural. Phnom Aural sendiri merupakan puncak tertinggi yang masuk dalam jajaran Gunung Cardamom, dab tentunya punya pemandangan yang terlalu manis untuk dilewatkan. Sifat mandiri perlu dikeluarkan, karena seenggaknya kalian perlu berjalan kaki selama 3 jam untuk mencapai camping ground, dan 2 jam untuk mencapai puncaknya. Tenang, nggak akan nyesel, karena udara segar bakal kalian hirup selama perjalanan. Saat sampai di puncak, pemandangan hijau yang menenangkan siap menyambut kalian.

When: Kapanpun.

Where: Phnom Aural terletak di kawasan Aoral, provinsi Kampong Speu, Kamboja.

Why: Phnom Aural merupakan wilayah yang terlindungi kekayaan alamnya, mengingat Kamboja merupakan salah satu negara di Asean yang terkenal atas keanekaragaman flora dan fauna yang melimpah. Jadi, kalian bukan hanya dapat pemandangan yang indah, tapi juga dapat melihat secara langsung berbagai spesies hewan maupun tumbuhan yang ada disana.

How: How: Harga tiket pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, ke Bandara Phnom Penh, Kamboja, berkisar Rp. 1.500.000 hingga Rp. 2.500.000 (Pemesanan seminggu sebelum keberangkatan; harga selalu berubah). Selanjutnya, kalian harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang memiliki tujuan akhir Sihanoukville, dan turun di Kampong Speu. Tiket sekali jalan dari Phnom Penh ke Kampong Speu sekitar Rp. 70.000. Dari Kampong Speu, kalian lanjut menggunakan sharing-van menuju Khang Choeng, desa yang menjadi pintu masuk ke Phnom Aural, namun warga sekitar lebih akrab dengan sebutan Spein Daik. Biaya untuk satu kali jalan dari Kampong Speu ke Spein Daik berkisar Rp. 35.000, dan memakan waktu antara 2 sampai 3 jam. Dari Spein Daik, kalian kembali melanjutkan perjalanan menuju Srae Kan 3, sebuah desa yang terletak persis di bawah kaki pegunungan Aoral, menggunakan jasa transportasi lokal (semacam ojek) dengan biaya Rp. 40.000 untuk satu kali jalan ,dan memakan waktu hingga 1 jam perjalanan.

Penulis: Dewa Aji Panggalih

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *