Vihara Kwan Im Belitung: Cerita, Tokoh Utama, Ramalan

Salah satu vihara yang paling terkenal di Belitung adalah Vihara Buddhayana Burung Mandi atau Vihara Kwan Im Belitung. Selain terbesar, vihara ini juga diklaim sebaga vihara tertua di Belitung, yang sudah ditemukan sejak 1747, atau berumur lebih dari 2 abad!

vihara kwan im belitung

Mudah dan Dekat

Nggak terlalu susah untuk melacak keberadaan vihara ini. Vihara Kwan Im Belitung ini tepatnya berada di Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, Kabupaten Belitung Timur, bersebelahan persis dengan Pantai Burung Mandi. Kalo dari pusat Tanjung Pandan, untuk ke sini kalian hanya memakan waktu perjalanan sekitar satu setengah jam. Naik mobil atau motor ya. Jangan naik yang lain. Apalagi naikin harga BBM.

Berada pada dataran yang cukup tinggi, Vihara Kwan Im Belitung punya pemandangan yang nagih. Di beberapa lokasi vihara, kalian bisa ngelihat panorama laut Pantai Burung Mandi dengan leluasa. Tapi, ya usaha sedikit. Kalian terlebih dahulu harus menapaki puluhan anak tangga untuk mencapai spot utama Vihara Kwan Im Belitung ini. Usahakan untuk melatih dengkul agar lebih luwes. Jadi, nggak ada tuh, “Bentar. Bentar. Dengkul gue bunyi nih.”

________

Baca juga: Destinasi Wisata Unggulan Belitung: Pulau Lengkuas

________

Tokoh Utama

Alasan mengapa Vihara Buddhayana Burung Mandi juga dikenal dengan sebutan Vihara Dewi Kwan Im adalah, warga sekitar percaya bahwa Dewi Kwan Im kerap bersembahyang di atas batu Kon Im, sebuah tempat beribadah paling besar di lokasi tersebut. Warga sekitar juga mempercayai bahwa siapa pun yang berdoa di Vihawa Kwan Im, kelak keinginannya akan segera terwujud.

vihara kwan im belitung

Berawal dari Patung

Bicara tentang cerita pembangunannya, Vihara Buddhayana Burung Mandi ini memiliki latar belakang sejarah yang unik. Dahulu, ada seorang nelayan yang menemukan sebuah patung, dan ternyata patung itu adalah patung Buddha Bodhisattva. Patung tersebut ditemukan di kawasan pantai yang sekarang diberi nama Pantai Burung Mandi, dalam keadaan setengah tenggelam ke pasir. Berita penemuan patung itu semakin menyebar luas, membuat masyarakat sekitar percaya bahwa hal tersebut merupakan kehendak Yang Kuasa dalam melindungi mereka dari roh-roh jahat. Pembangunan Vihara Kwan Im Belitung ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus upaya masyarakat dalam meningkatkan iman juga mengusir berbagai hal buruk yang mungkin akan terjadi padanya.

________

Baca juga: Pacu Adrenalin di Open Pit Bukit Kik Karak

________

vihara kwan im belitung

Ramalan Legendaris

Salah satu hal yang paling menarik dan sangat terkenal di Vihara Kwan Im Belitung adalah ramalan. Yap, kalian bisa meramal aneka aspek hidup kalian. Nggak sedikit turis asing yang pernah nyoba ngeramal di sini.

Kalian harus menuju ke ruangan khusus yang terletak di areal tengah vihara. Di sana biasanya terdapat pihak pengelola yang dapat kalian tanyakan perihal cara untuk meramal.

Umumnya, ada dua tahap untuk melakukan ramalan: Pertama, kalian harus mengocok 61 batang bambu di gelas yang bertuliskan angka. Setelah dikocok sesuai arahan pengelola, sendirinya akan ada satu batang bambu yang keluar dari gelas. Kedua, kalian harus melempar sepasang batu ke lantai. Apabila dari kedua batu tersebut ada yang tertutup dan ada yang terbuka, maka Dewi Kwan Im bersedia meramal kalian, dan kalian boleh mengambil Ciam Si, sebuah kertas berisi ramalan. Kertas ramalan tersebut harus diambil sesuai dengan angka yang telah diperoleh pada cara pertama.

Masih banyak hal menarik yang menjadi alasan Gloob! untuk mewajibkan kalian mengunjungi destinasi yang satu ini. Langsung aja cek di majalah Gloob! edisi ke-7 pada link di bawah:

Baca atau Download Majalah Gloob! edisi VII

 

Teks & foto: Dewa Aji Panggalih

 

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *