Gunung Kinabalu yang cantik, yang menantang, yang kurang begitu terkenal.

Wisata alam punya Malaysia yang satu ini ternyata nggak se-terkenal wisata Malaysia lainnya, kayak Genting atau Serawak.

Padahal Gunung Kinabalu merupakan salah satu gunung tertinggi di Asia Tenggara dan tempat pertama di Malaysia yang diberikan penghargaan Situs Warisan Dunia oleh UNESCO.

Wisata Backpacker Kinabalu Malaysia
Foto: pinterest.com

Tinggi gunung Kinabalu mencapai 4.095 mdpl, mengalahkan Gunung Gede-Pangrango dan Gunung Papandayan. Uniknya, ‘camping ground’ disana berbentuk penginapan.

Laban Rata, itulah namanya penginapannya, yang seenggaknya perlu 3 sampai 5 jam berjalan kaki untuk mencapai tempat tersebut.

Selain itu, entah kenapa, kamu nggak bisa mendirikan tenda di puncaknya. Mungkin karena ada perhitungan risiko dan manfaat yang agak susah dijeasin.

Walau pun demikian adanya, pemandangan yang dikasih Kinabalu pastinya nggak gampang untuk dilupain.

Manisnya matahari terbit dan segarnya hutan tropis yang dapat terlihat di puncaknya merupakan saat-saat yang paling penuh bumbu bagi siapa pun yang datang.

Terdapat 2 jenis pendakian yang bisa kamu pilih untuk mencapai puncak Gunung Kinabalu:

  • Non-Ferrata: Pendakian dengan berjalan kaki. Kelebihannya, kamu bisa lebih santai dalam menikmati pemandangan.
  • Via Ferrata: Via Ferrata adalah teknik mendaki yang mengandalkan besi yang ditancapkan pada tebing sebagai pegangan sekaligus tapakan. Kamu akan dikenakan peralatan khusus jika memilih metode ini.

Penting untuk diketahui bahwa Gunung Kinabalu sudah banyak dikelola oleh agen wisata. Selain itu, jumlah pendakian per harinya juga dibatasi, yakni 135 pendakian.

WIsata Backpacker Kinabalu Malaysia

Waktu terbaik ke Gunung Kinabalu:

April umumnya merupakan waktu yang baik untuk berkunjung, mengingat November dan Desember kerap turun hujan.

Kenapa harus ke Gunung Kinabalu:

Seperti yang dibilang, destinasi ini masih jarang yang tahu. Jarang orang Indonesia yang pilih Gunung Kinabalu sebagai destinasinya saat “berlibur ke Malaysia”.

Padahal, di dalam gunung tersebut terdapat lebih dari 1.200 spesies bunga Orchid dan 40 spesies Oak, yang tentunya nggak gampang ditemuin.

Akses/Cara dan Biaya ke Gunung Kinabalu:

Dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, menuju Bandara Kota Kinabalu, Sabah, Malaysia, harga tiket berkisar Rp. 1.000.000 hingga Rp. 2.200.000 (terhitung pemesanan seminggu sebelum keberangkatan; harga selalu berubah).

Dari bandara Kita Kinabalu, kamu dapat melanjutkan perjalanan menggunakan minivan atau taksi bersama. Yap, kamu harus menunggu kapasitas penuh, seperti angkot di Indonesia.

Harga untuk satu kali jalan sekitar Rp. 50.000 sampai Rp. 70.000. Setelah sampai, ada beberapa biaya retribusi yang harus kamu bayar, dan jika langsung ditotalkan mencapai Rp 1.300.000.

  • Jika kamu mau booking paket, kamu bisa langsung melakukannya melalui web resminya di: Gunung Kinabalu
  • Namun jika kamu mau panduan lengkap backpacking ke Gunung Kinabalu, kamu bisa baca ulasannya di: Backpacking Gunung Kinabalu
*harga tidak tetap dan dapat berubah sewaktu-waktu

Penulis: Dewa Aji Panggalih

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *