Berkunjung ke Kamboja akan terasa percuma kalo nggak mampir ke destinasi yang satu ini: Phnom Aural.

Phnom Aural merupakan puncak tertinggi yang masuk dalam jajaran Gunung Cardamom, suatu areal pegunungan yang terletak di bagian barat Kamboja dan timur Thailand. Selain pemandangan manis, Phnom Aural juga menyajikan petualangan yang bakal bikin liburanmu makin berkesan.

Wisata Kamboja, gunung tertinggi, pucak phnom aural
Foto: blog.theclymb.com

Di sini, kamu dituntut perkasa. Untuk mencapai camping ground, seenggaknya kamu harus berjalan kaki selama 3 jam, dan harus ditambah 2 jam lagi jika mau lanjut ke puncaknya.

Nggak seberapa kalo dibandingin gunung Indonesia. Gunung kita. Terbaik lah, ya?

Di mana Phnom Aural:

Phnom Aural terletak di kawasan Aoral, provinsi Kampong Speu, Kamboja.

Kenapa Phnom Aural, Kamboja:

Phnom Aural merupakan wilayah yang terlindungi kekayaan alamnya, mengingat Kamboja merupakan salah satu negara di Asean yang terkenal atas keanekaragaman flora dan fauna yang melimpah.

Jadi, kalian bukan hanya dapat pemandangan yang indah, tapi juga dapat melihat secara langsung berbagai spesies hewan maupun tumbuhan yang ada disana.

Phnom aural itu dingin. Jangan mengira kalo Kamboja seluruhnya panas. Di saat malam, udara dingin di sini bisa nusuk tulang kamu, belum lagi anginnya lumayan kencang. Wushh!

Selain itu, masyarakat yang tinggal di deket Phnom Aural masih desa banget. Ramah pula. Kamu bisa mandi si salah satu sungai yang bakal kamu temui saat mendaki Phnom Aural.

Wisata Kamboja, gunung tertinggi, pucak phnom aural
Foto: peakbook.com

Cara ke Phnom Aural, Kamboja:

Harga tiket pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, ke Bandara Phnom Penh, Kamboja, berkisar Rp. 1.500.000 hingga Rp. 2.500.000 (Pemesanan seminggu sebelum keberangkatan; harga selalu berubah).

Selanjutnya, kalian harus melanjutkan perjalanan menggunakan bus yang memiliki tujuan akhir Sihanoukville, dan turun di Kampong Speu. Tiket sekali jalan dari Phnom Penh ke Kampong Speu sekitar Rp. 70.000.

Dari Kampong Speu, kalian lanjut menggunakan sharing-van menuju Khang Choeng, desa yang menjadi pintu masuk ke Phnom Aural, namun warga sekitar lebih akrab dengan sebutan Spein Daik. Biaya untuk satu kali jalan dari Kampong Speu ke Spein Daik berkisar Rp. 35.000, dan memakan waktu antara 2 sampai 3 jam.

Dari Spein Daik, kalian kembali melanjutkan perjalanan menuju Srae Kan 3, sebuah desa yang terletak persis di bawah kaki pegunungan Aoral, menggunakan jasa transportasi lokal (semacam ojek) dengan biaya Rp. 40.000 untuk satu kali jalan ,dan memakan waktu hingga 1 jam perjalanan.

Tips Mendaki Phnom Aural:

Cara paling enak untuk ke Phnom Aural adalah cari orang lokal.

Saat di Phnom Penh, cari orang lokal yang bisa memandu kamu untuk ke Phnom Aural. Jangan ragu untuk bertanya di forum macem Tripadvisor atau Couchsurfing. Bakal banyak yang merespon. Kamu tinggal negoisasi harga, deh.

Dibanding menggunakan agen wisata (yang meminta 1000 USD/trip), pemandu lokal lebih fleksibel dan tentunya lebih terjangkau.

Kata salah seorang blogger yang pernah mendaki Phnom Aural, kerjasama dengan orang lokal itu lebih bijak, karena uang seluruhnya buat dia. Sedangkan kalo lewat agen, orang lokal tersebut cuma dapet jatah yang kecil banget.

Baca artikel wisata luar negeri lainnya:

Penulis: Galih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *