Wisata Pulau Sempu: Cara, Biaya, Penginapan

Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Destinasi yang satu ini memang selalu menepati janjinya untuk memberikan pengalaman yang beda pada pengunjungnya.

Mencoba sesekali traveling menggunakan kendaraan pribadi menuju bagian timur Pulau Jawa untuk menemukan surga tersembunyi dari kota Malang: Pulau Sempu. Perjalanan menuju kota malang yang ditempuh menggunakan kendaraan pribadi (mobil), memang sesekali harus di coba, supaya tahu perbedaannya dengan traveling menggunakan kendaraan umum (ngecer). Pergi bersama beberapa orang mungkin akan meringankan pengeluaran selama perjalanan seperti bensin, tol, dan persediaan makanan. Salah satu dari kami, Bon, memang sudah pernah pergi ke Pulau Sempu, dan ini merupakan kali kedua Bon ke sana. Menurutnya, liburan ke Pulau Sempu, nyesel tuh nggak mungkin.

Tags: Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Tags: Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Perjalanan dimulai dari Jakarta sekitar pukul 19.00 menuju kota Malang. Melihat jarak dan situasi jalanan, waktu tempuh menuju kota Malang diperkirakan menghabiskan sekitar 17 jam perjalanan. Namun perkiraan tersebut salah. Kami pun sampai dikala hari sudah gelap.

Kami beristirahat sebentar di pusat kota sambil menikmati kuliner khasnya: bakso Malang, yang ternyata memang beda banget rasanya dengan bakso sejenis yang dijual di kota-kota lainnya. Salah satu rekomendasi kami adalah bakso Malang gerobakkan tanpa nama yang terletak dekat dengan Alun-alun kota Malang. Mudah dideteksi, karena penjaja bakso Malang yang kami hampiri tergolong ramai pembeli. Setelah kenyang menikmati bakso asli kota Malang, karena waktu masih tengah malam, kami pun nggak bisa langung menuju Sendang Biru untuk naik kapal ke Segeranakan dan segera ‘menebas’ hutan Pulau Sempu. Akhirnya, kami memutuskan untuk beristirahat sambil menunggu datangnya pagi di Pom bensin pusat kota. Pembuka yang cukup familiar, buat saya, di perjalanan dengan gaya agak koper ini.

Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Setelah pagi tiba dan istirahat kami sudah terasa cukup, kami langsung bersiap diri untuk melanjutkan perjalanan menuju Sendang Biru. Perjalanan ditempuh kurang lebih 2 jam dari pusat kota Malang. Sampai di Sendang Biru, Bon langsung menyarankan kami untuk registrasi (mirip simaksi naik gunung). Ditengah proses mengurus simaksi, terdengar bisikan-bisikan yang menjelaskan bahwa jalurnya tergolong cukup rumit. Menghindari hal yang tidak diinginkan, kami pun memilih untuk menyewa ranger/pemandu. Bon juga menyarankan kami untuk menyewa alas kaki khusus yang mirip sepatu bola, dengan gerigi di bagian bawahnya, dan berbahan dasar karet. Setelah registrasi selesai, sambil menuggu kapal, kami mengisi persediaan air di sekitar Sendang Biru untuk dibawa ke dalam.

Persiapan selesai, selanjutnya kita berangkat menggunakan perahu nelayan berukuran kecil menuju Segeranakan, jalur masuk menuju Pulau Sempu. Perjalanan dari Sendang Biru menuju Segeranakan hanya sekitar 30 menit. Sepanjang perjalanan, perairan di sekitar Sendang Biru sudah bisa memanjakan mata kita dengan jernih air lautnya dan hijaunya tanaman bakau yang ada di sekitar pulau. Sesampainya di Segeranakan, kapal agak sulit untuk mendekat ke pinggir pantai karena terlalu dangkal, jadi kami harus turun di tempat yang masih ada airnya dan berlumpur.

Tags: Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Tags: Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

“Petualangan dimulai dari sini,” teriak Bon spontan kepada kami. Perjalanan menuju lokasi surga tersembunyi tersebut dimulai dengan menyusuri hutan bakau yang cukup berlumpur. Memang tepat yang disarankan oleh Bon untuk menyewa sepatu  karet yang ada geriginya itu, karena kontur jalurnya nggak jelas banget, naik-turun bukit, licin.

Pada dasarnya nggak ada kewajiban untuk menggunakan sepatu ini, sih. Kalo memang mau nyoba pakai sepatu sneakers, silahkan, tapi jangan bingung kalo di sepanjang perjalanan kalian bakal lihat sepatu-sepatu jenis tersebut bergelimpangan, rusak nggak karuan.

Waktu tempuh perjalanan melewati hutan bakau sekitar 2-3 jam, berlumpur dan cukup nyusahin. Selain licin, banyak juga akar-akar pohon bakau yang bikin kaki mati gaya. Sudah ngelewatin beberapa rintangan dan halangan, mulai terdengar suara gemuruh air dari kejauhan. Perlahan-lahan, jalan yang dilewatin mulai mengecil. Beberapa meter ke depannya, tepat di sebelah kanan saya, terlihat sebuah perairan, mirip danau, memiliki air berwarna biru dan asri banget.

Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Ngelihat air bening gitu, yang tadinya badan lemes gara-gara jatuh di sana-sini, jadi semangat lagi kepingin buru-buru nyebur. Ketika mas-mas pemandu yang mengantar kami juga mengeluarkan kata-kata, “kita sudah sampai,” seakan ada sihir yang menghilangkan rasa capek kami secara tiba-tiba. Bener kata Bon, Pulau Sempu memang surga tersembunyi di selatan Kota Malang.

Kami berkemah di area pantai. Mengingat air dapat pasang sewaktu-waktu, tenda yang kami dirikan agak berjauhan dari tepi pantai.

Tenda sudah beridri, saatnya menyiapkan makanan karena cacing di perut sudah berorasi setelah menempuh perjalanan yang cukup menantang nyali. Kami membawa persediaan air minum sebanyak 3 drum ukuran 2,5 liter, untuk menginap selama 3 hari 2 malam. Tapi, jika kalian rela mengeluarkan biaya lebih, pemandu di sana siap membawakan galon untuk persediaan kalian.

Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Kalau kalian bersikeras untuk mencari air payau di sana, kami pernah iseng nanya ke pemandu, “Mas, di sini ada sumber air payau?” dan Dia menjawab “Ada mas, sekitar 30 menit jalan kaki dari sini ada sumur. Kalo Mas beruntung, Mas juga bisa ketemu macan kumbang”. Sarkasme yang cukup menarik. Akhirnya saya dan teman teman mengurungkan niat untuk pergi ke sana, dan memilih untuk hidup lebih lama.

Cerita di surga ini belum tamat, kami mencoba untuk berkeliling sambil mengamati sekitar, dan ternyata jika kita lihat ke belakang, di balik tebing yang kokoh berdiri bersebrangan dengan camping ground, ada panorama Samudra Hindia yang indah, luas seperti tanpa ujung. Konon katanya, kalo Dewi Fortuna lagi baik, dari titik itu pengunjung Pulau Sempu bisa ngelihat lumba-lumba yang lagi berenang-renang gemes. Faktanya, kami nggak seberuntung itu.

Tags: Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Tags: Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Hari pun berganti malam. Berhubung di sana nggak ada polusi cahaya, kami mencoba ambil posisi santai di luar tenda, berharap ada hal cantik lain yang dapat kami lihat. Saat itu kami dengan jelas dapat ngelihat bintang jatuh dan milkyways, tapi sayangnya kami nggak mengabadikan momen tersebut karena sudah terlalu membaur dengan suasana yang ada.

Setelah malam usai dan pagi datang, kami langsung mencoba untuk berenang di ‘kolam alami’ yang dari awal sudah menggrogoti pikiran. Banyak ikan-ikan kecil yang ngajak kami bercanda ketika berenang. Bisa dibilang ini adalah pengalaman ‘mandi pagi’ yang mustahil dilupakan.

Selama berenang, kalian harus berhati-hati dalam menjaga persediaan makanan kalian. Jangan biarkan tenda terbuka atau menaruh makanan di luar tenda, karena masih banyak monyet-monyet liar yang dapat mengambil persediaan makanan kalian disaat kalian lengah.

Menikmati senja, menunggu lumba-lumba, memandang langit malam, hingga berenang dengan ikan-ikan kecil membuat kami sangat-sangat lupa waktu. Nggak sadar kalo ternyata kami sudah harus pulang ke rumah masing-masing. Berat rasanya untuk meninggalkan Pulau Sempu. Bukan karena kangen rumah atau nggak bisa tinggal lebih lama, tapi memang 3 hari 2 malam adalah jangka waktu makimal yang diberikan oleh pihak pengelola untuk berkunjung ke Pulau Sempu.

Kami sadar betul bahwa ini bukanlah yang terakhir. Pulau Sempu terlalu banyak memberikan pengalaman, tawa, sedih, dan amarah yang sulit dijelaskan. Kalimat yang tepat untuk mengiringi langkah kaki saya yang mulai menjauh dari Pulau Sempu adalah “Sampai jumpa, segera.”

Tags: Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Waktu terbaik ke Pulau Sempu, Malang: Pertengahan tahun merupakan waktu yang baik untuk berkunjung ke Malang, karena umumnya dari bulan Mei hingga Juli matahari di sebagian besar area Jawa Timur sedang tinggi-tingginya dan hujan pun jarang terjadi.

Biaya dan Tiket Masuk Pulau Sempu, Malang: Tiket masuk Rp. 5.000/orang; Izin menginap Rp. 25.000/kelompok; Kapal untuk menyebrang Rp. 140.000/trip; Ranger/guide Rp. 150.000/hari; Sepatu khusus Rp. 15.000/hari.

Rute dan Cara ke Pulau Sempu, Malang: Ada dua moda transportasi yang kerap digunakan pelancong, yakni kereta dan pesawat. Harga normal Jakarta-Malang menggunakan kereta adalah Rp. 110.000, sedangkan harga tiket pesawat mencapai Rp. 640.000. Dari kota Malang, kalian dapat naik kendaraan umum atau menyewanya. Saran: sewa jauh lebih baik, terutama jika kalian jalan berkelompok. Harga sewa satu mobil (angkot) dari stasiun Kota Malang ke pantai Sendang Biru (dermaga menuju Pulau Sempu) sekitar Rp. 250.000. Apabila pilihan kalian ngecer, maka kalian harus melalui alur ini: Stasiun Kota Lama – Terminal Arjosari – Gadang – Pasar Turen – Sendang Biru, yang menghabiskan biaya kurang-lebih Rp. 50.000/orang.

Penginapan di Pulau Sempu, Malang: Penginapan umumnya berlokasi di Sendang Biru. Homestay Hj. Tuminah: AC/fan, kamar mandi di luar, Rp 200.000-Rp. 250.000, 0852-0421-3524; Homestay Berkah Alam: AC, kamar mandi di dalam, parkir, Rp. 300.000, 0822-3463 2562; Wisma Perhutani: AC, kamar mandi di dalam, Rp. 450.000, 081334919930; Homestay Pak Budi: AC, kamar mandi di dalam, parkir, Rp. 300.000, 0813-3308- 4557.

*Informasi dapat berubah sewaktu-waktu

Tags: Wisata Pulau Sempu, Malang, Cara, Rute, Biaya, Tiket Masuk, Penginapan

Teks & Foto: Faizal Satrio

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *