Wisata Cirebon: Menjelajah Aneka Gua di Tamansari Gua Sunyaragi

Terletak di Kota Cirebon, Tamansari Gua Sunyaragi nggak cuma menyimpan panorama yang bikin mata seger, tapi juga segudang sejarah di baliknya.

Wisata Cirebon yang punya puluhan gua dengan fungsi yang berbeda-beda ini dapat kalian sambangi satu persatu. Bisa dibilang, Tamansari Gua Sunyaragi merupakan contoh bahwa hidup bertoleransi di Indonesia memang sudah pekat dari zaman dulu. Destinasi wisata yang paling dituju pelancong saat datang ke Cirebon ini juga punya keterkaitan yang kuat perihal kemerdekaan. Menurut penuturan salah satu Abdi yang tim Gloob! temui, Keraton Cirebon merupakan salah satu alasan besar Jakarta bisa lepas dari penjajah. Ya, bisa dibilang, sebagai salah satu objek wisata budaya dan sejarah terbaik di Cirebon, Tamansari Gua Sunyaragi punya latar juga cerita yang kompleks, dan bisa memperluas wawasan kita tentang Nusantara.

Banyak versi yang ngebahas tentang berdirinya atau dibangunnya Gua Sunyaragi ini, tapi masyarakat Cirebon lebih percaya versi Pangeran Kararengan, cicit Sunan Gunung Jati, bahwa Gua ini dibangun pada tahun 1703. Taman ini dulunya dipakai untuk meditasi gitu oleh sultan Cirebon dan keluarganya. Putri-putri dari kesultanan Cirebon sering bermain di taman air yang terletak di tengah komplek Sunyaragi. Di samping itu, banyak hal di dalam tempat wisata ini yang agak rumit buat dimengerti. Misteri yang ada di Tamansari Gua Sunyaragi ini banyak, tapi yang paling heboh adalah tugu kecil di tengah taman air yang nggak boleh disentuh. Warga sekitar sih meyakini ada semacam kutukan kalo kita nyentuh itu, yaitu mitos nggak nikah-nikah! alias jomblo abadi.

________

Baca juga: Kenapa Pencinta Traveling Merupakan Sosok Idaman?

________

Masing-masing bagian yang ada di wisata Cirebon Taman Sari Gua Sunyaragi ada fungsinya. Seperti yang tadi dibilang, ini adalah milik kesultanan, wajar deh banyak intrik-intrik keren disini. Nah, berikut beberapa area beserta fungsinya: Bangsal Jinem: biasanya disinilah tempat Sultan ngasih pelatihan dan wejangan (saran) pada prajuritnya.

Gua Pengawal: Ini nih tempat ngumpulnya pengawal-pengawal Sultan; Gua Pandekemasang: Wah, kalo ini tuh tempatnya kekuatan berasal, yaitu tempat untuk membuat senjata tajam; Gua Siamnyang: Nah, kalo disini, biasanya dijadiin pos penjagaan; Gua Lengse: Ini yang paling santai, karena ini tempatnya Sultan nyantai.

________

Baca juga: 4 Kawasan yang Memiliki Wisata Murah, Indah, dan Deket Rumah

________

Di wisata Cirebon Tamansari ini juga ada ruangan yang dipercaya dulunya digunakan sebagai tempat bermeditasi, semacam nyari kesehatan atau kekebalan tubuh, yakni Gua Peteng; Gua Arga Jamrud: Dulunya, nggak sembarang orang bisa masuk, karena ini tempat khusus orang penting keraton; Gua Padang Ati: Sama kayak Gua Peteng, tempat ini juga dipakai sultan buat bermeditasi; Gua Kelanggengan: Nah, kalo ini wajib dicoba, karena tempat ini adalah tempat bersemedi agar langgeng jabatan; Gua Lawa: Entah kenapa, tapi ini adalah tempat khusus kelelawar; Gua Pawon: Nah, kalo yang satu ini semacem dapur gitu, buat nyimpan makanan.

Harga tiket masuk: Rp. 10.000

Biaya parkir: Rp. 5.000

Pemandu: Rp. 50.000

Teks & foto: Dewa Aji Panggalih

Mau tau info lengkap Tamansari Gua Sunyaragi atau objek wisata Cirebon lainnya? Baca aja majalah Gloob! edisi ke-5. Kalian juga bisa download langsung pada link di bawah:

 

 

 

 

 

___________________________________________________________________

Mengenal Permata Asia: Kota Tua Jakarta

Penulis: Harry Ferdiansyah

Dulunya, kawasan Kota Tua merupakan pusat perdagangan untuk Benua Asia.

Memiliki julukan “Permata Asia” dan “Ratu Dari Timur” karena lokasinya yang sangat strategis dan sumber dayanya melimpah, kawasan ini terbentang sepanjang 1,3 kilometer persegi. Ada 3 tempat yang memiliki keterkaitan dengan sejarah kota tua namun kini telah dihancurkan, yakni Benteng Batavia, Gerbang Amsterdam, dan Trem Batavia.

________

Baca juga: Belajar Kesederhanaan Dari Budaya Sunda

________

Dari latar belakang itulah kawasan Kota Tua begitu menarik di mata wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Selain memiliki akses yang mudah, untuk memasuki kawasan tersebut juga tanpa biaya, alias gratis. Wisatawan bisa masuk pada hari apapun dan jam berapapun. Jika ingin mengetahui sejarah dan beragam cerita yang ada di Kota Tua, wisatawan juga dapat menyewa pemandu wisata yang berada disana.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *