Diawal tahun 2018, lebih tepatnya 9 Maret, band kawakan grindcore asal Jakarta, Noxa, merilis sebuah album bertajuk PROPAGANDA. Album ini berisikan 16 lagu dengan total durasi lebih kurang 16 menit. Khas grindcore. Singkat, padat, dan menusuk.

Sebelumnya, Noxa telah memiliki 4 album yang boleh dikatakan lumayan sukses mengangkat namanya di skena musik grindcore Indonesia. Album-album itu adalah SELF TITLED (2002), GRIND VIRUSES (2006), LEGACY (2010), dan BUKA MATA (2016).

Keberhasilan dari album-album tersebut sepertinya membuat Noxa makin ketat menjaga kualitas. Hal itu dibuktikan dengan digandengnya Audiosiege, sebuah perusahaan audio mastering asal US yang juga pernah menangani raksasa death metal, Obituary.

Mutu rekaman yang terdengar jelas perbedaannya dengan keempat album sebelumnya ternyata belum membuat Noxa puas. Mereka pun mengajak sejumlah nama besar diranah musik ekstrem Indonesia untuk berkolaborasi dan memadatkan album ini. Di antaranya ada Daniel Mardhany dari Deadsquad di lagu “In Lust We Trust,” Berry Manoch dari Saint Loco di lagu “Ayo!” dan Afril dari Extreme Decay di lagu “Ancaman”.

album review noxa propaganda

Secara garis besar, tema yang diangkat Noxa dalam PROPAGANDA tak berbeda jauh dengan album sebelumnya, yaitu norma sosial yang makin ngelantur dan sepak terjang politisi yang tak pernah membantu. Bedanya, nuansa musik yang dibawa Noxa jauh lebih cepat dan gelap.

Di track pertama, album ini dibuka dengan lagu yang memiliki judul sama dengan tajuk album: Propaganda. Meski terkesan mengagetkan karena sambutan blasting yang tiba-tiba, lagu pembuka ini cukup ampuh membakar semangat. Terlebih di bagian demi jabatan, demi kekuatan. Pendengar benar-benar diajak loncat setinggi-tingginya.

Lanjut ke track selanjutnya, Noxa menempatkan lagu pamungkasnya: Dimusnahkan, Diabadikan. Bagian awal lagu ini memang tak semeriah track awal, karena Noxa mempersiapkan kecepatan penuh di belakang.

PROPAGANDA ditutup dengan lagu berjudul McGrinder. Entah bagaimana lagu ini dibuat. Namun, arrangement unik, lirik yang entah apa maksudnya, dan ditambah sedikit bumbu punk, membuat lagu McGrinder menjadi bukti bahwa album ini diperlakukan jauh berbeda dengan album sebelumnya, yang melulu diakhir dengan lagu serius.

Sejak pertama kali berdiri, Noxa sudah beberapa kali berganti personil. Saat dirilisnya album PROPAGANDA, Noxa diperkuat oleh Tony Christian Pangemanan di vokal, Alvin Eka Putra di drum, Ade Himernio Adnis di gitar, dan Ngakan Nyoman Dipa Biomantara di bass.

Sayangnya setelah 1 tahun PROPAGANDA dirilis, tepatnya 14 September 2019, sang vokalis yang juga member pertama Noxa, Tony Christian, mengundurkan diri atas alasan kesehatan. Hingga artikel ini dimuat (22 Desember 2019), Noxa belum mengumumkan vokalis barunya.

Track list:

  1. Propaganda
  2. Dimusnahkan Diabadikan
  3. Bangsat!
  4. Bismarck
  5. Dunia
  6. Ancaman
  7. Ayo!
  8. In Lust We Trust
  9. Nyalakan Tanda Bahaya
  10. A Thirst for Winning
  11. President
  12. War Troopers
  13. Gara-Gara Uang
  14. Trotoar
  15. Negeri Kaya
  16. McGrinder

album review noxa propaganda

Baca juga:

Teks & Foto: Dewa

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of