Sekilas, Depok memang kota menakutkan karena kepadatan Jalan Raya Margonda yang sudah tak mampu diobati, ditambah beragam perkara lain. Tetapi, bukanlah sebuah kesalahan jika kamu berkunjung ke Depok untuk mendapati kuliner lezat tiada tanding. Kota ini punya sejumlah sajian yang, mungkin tidak begitu berpenampilan baik, namun amat layak dicoba. Salah satunya dikenal dengan nama Ayam Babeh Depok.  

Di Sabtu siang ini, cuaca Depok sedang bersahaja. Tidak teramat panas namun berangin sejuk. Sayangnya saya masih harus mengurus sisa-sisa pekerjaan. Padahal, tubuh dan kepala sudah ingin rasanya dibaringkan di ranjang kebanggaan. Beberapa novel yang baru dipesan pun sudah memanggil untuk dibacai.

Di tengah mengumpat keadaan, Yogi, sahabat saya sejak Sekolah Menengah Atas (SMA) tiba-tiba bertanya melalui pesan singkat, “sore ini ke mana? Mau ke Babeh?”

Ide yang gemerlapan memang keluar di waktu pas bagi orang-orang tertentu. Beruntungnya, kali ini saya dapat bagiannya. Maka segera tanggung jawab saya tuntaskan.

Babeh yang dimaksud sahabat saya itu adalah Ayam Babeh Depok, sebuah penjaja makanan yang berlokasi di Jl. Kedongdong Raya, Kecamatan Pancoran Mas, Depok. Tak jauh dari SMA paling tersohor kota ini: SMA Negeri Satu.

wisata kuliner depok, makanan depok, ayam babeh depok
Sumber: Depok Pos & Qraved

Jangan salah anggap. Saya begitu pun Yogi bukan bekas murid di situ. Memang sekolah kami juga berdekatan dengan lokasi penajaja makanan ini, tapi siapa kenal?

Ayam Babeh Depok menjual sejumlah makanan berupa sate. Di antaranya ada sate kulit yang menjadi pesanan wajib saya dan Yogi, sate usus, hingga sate ati ampela. Tersedia juga ayam potongan goreng, namun peminatnya tak sebanyak sate kulit pun sate usus.

Sekitar usai magrib, saya bermolek diri semampunya. Yogi juga sudah mengabari bahwasannya ia sedang diperjalanan. Dari rumah, tak banyak waktu tersita sampai akhirnya saya tiba di Ayam Babeh Depok. Lebih kurang hanya 15 menit dengan roda dua.

Sesampainya ditujuan, pengunjung terlihat mulai ramai. Sebagian tengah memesan, lainnya duduk manis dengan wajah lahap.

Sate usus dan kulit yang rutin saya pesan masih ada, hanya saja persediaannya tidak seberapa. Maka dengan bergesit saya pun memesannya. Mungkin jika saya datang sedikit lebih lambat, pupus harapan menyantap hidangan sakti ini.

Sebenarnya, Ayam Babeh Depok memasok sate dan makanan lain dagangannya dengan jumlah yang bisa dibilang melimpah. Sekiranya setengah etalase berukuran 1×1,5 meter dipenuhi sate-satean, saat gerai baru dibuka jam 5 sore. Namun, memang pengincarnya sebanding dengan jumlah sate yang dijajakan. Maka sangat lazim, sate yang menggunung itu bisa lenyap hanya dalam waktu 2 jam.

Saya, juga Yogi, berlangganan Ayam Babeh Depok dari kami masih rutin menggunakan pakaian putih-abu tiap pagi dan sore. Lebih rincinya sekitar 10 tahun yang lalu: 2010.

Kala itu, Ayam Babeh Depok menjajakan dagangannya hanya dengan gerobak, serupa gerobak mie ayam. Harga satu satenya pun tak lebih dari Rp. 1000. Sementara sekarang, ia sudah berkios, harganya juga sudah Rp. 2.500/sate. Cukup untuk menelanjangi kantong saya yang tak seberapa dalam.

Walau begitu, saya tidak pernah menyesal, justru puas. Citarasa yang semakin hari semakin baik seperti ini layak dihargai melebihi rata-rata.

wisata kuliner depok, makanan depok, ayam babeh depok
Sumber: Qurtifa Wijaya

Pesanan tiba tepat setelah saya selesai mengeluh ke Yogi tentang keterkejutan akan tanggung jawab sebagai pribadi yang menuju dewasa. Empat tusuk sate usus, juga empat sate kulit, disertai paket nasi Rp. 5rb, dan sepiring sambal khusus ajaib, kini tersaji di depan saya. Totalnya Rp. 25.000. Disantap dengan kecepatan maksimal.

Sambal sajian Ayam Babeh Depok adalah alasan utama mengapa saya berlangganan di sini. Sambalnya seperti terbuat dari kacang, tepung, bawang-bawangan, cabai, dengan ukuran pas dan konsisten. Rasa gurihnya kuat, tapi tidak membuat pening atau mual. Pedasnya sangat sesuai harapan. Tidak begitu menusuk, tapi cukup membikin urat-urat kepala tegang.

Semakin sempurna ketika ditambahkan nasi dan sate usus atau sate kulit yang baru saja digoreng. Panas dan berminyak. Satu porsi tidak pernah dirasa cukup bagi saya. Setidaknya 2, atau kalau penghasilan lagi mujur, 3-4 porsi saya mampu.

Rangkuman:

  • Harga sate: 2.500/tusuk.
  • Harga nasi: Tersedia dalam paket Rp. 3.000 dan Rp. 5.000
  • Lokasi Ayam Babeh Depok: Klik untuk melihat di Google Map
  • Menu yang direkomendasikan: Sate kulit dengan sambalnya.

Penulis: Dewa

Baca juga:

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of