Bukit Munara, sebuah objek wisata yang cukup terkenal walau nyatanya kurang diminati ini terletak di daerah Rumpin, Bogor. Dengan pemandangan yang lapang dan asri, ia kokoh berdiri di ketinggian sekitar 1100 meter di atas permukaan laut. Jika kamu ingin liburan hemat biaya dan waktu, maka destinasi wisata ini cocok buatmu.

Saya pribadi sudah beberapa kali ke Bukit Munara. Di tiap kedatangan, saya melihat banyak perubahan. Ada yang menarik, ada yang mengganggu.

Bukit munara, harga tiket masuk, mitos, ulasan
Foto: Gloob/Dewa Aji

Kali pertama saya berkunjung ke Bukit Munara, kondisi jalurnya masih lumayan liar. Untuk masuk ke jalur pendakian, kamu lebih dulu harus menyeberang sungai menggunakan jembatan bambu yang bergoyang nggak karuan dan ampuh meningkatkan debar jantung.

Jalur pendakian kala itu masih mentah. Warga sekitar baru hanya membuat alurnya, namun belum memapak tanah hingga menyerupai tangga, atau menyediakan pos-pos untuk beristirahat. Warung pun belum ada. Fasilitas untuk pengunjung umum belum memadai.

Waktu itu untuk mencapai ke puncak, saya kerap diselimuti kebingungan. Nggak jarang saya salah jalur.

Bukit munara, harga tiket masuk, mitos, ulasan
Foto: Gloob/Dewa Aji

Namun, dikunjungan terakhir saya ke Bukit Munara beberapa waktu lalu, banyak yang telah berubah. Salah satunya tentu sarana yang memudahkan pengunjung untuk mendaki, seperti informasi jalur yang lebih jelas, tersedia pos untuk beristirahat, dan warung yang bisa ditemui di banyak titik pendakian.

Selain itu, perubahan lain Bukit Munara, yang menurut saya juga menjadi keunggulann, ada pada suasananya. Meski fasilitas pengunjungnya makin lengkap layaknya wisata mainstream, suasana asri dan mistis tempat ini makin berasa. Sepanjang pendakian, kamu bisa merasakan nuansa tenang yang agak beda. Sedikit saran, kalo kamu merasa ‘sensitif’, sebisa mungkin ajak teman jika mau ke sini.

Omong-omong, terakhir saya ke Bukit Munara, saya sendirian. Mungkin itu alasan kenapa saya membawa-bawa kata “mistis”.

Tapi nggak juga, ah. Kayaknya memang benar begitu.

Puncak Bukit Munara

Hal utama yang perlu kamu tahu adalah puncak bukit ini.

Puncak Bukit Munara merupakan atap/atas sebuah batu besar yang memiliki tinggi sekitar 3-4 meter. Puncak atau atas batu itu mungkin hanya muat diduduki 4-6 orang.

Foto: Gloob/Dewa Aji

Untuk mencapai atap batu, kamu perlu memanjatnya dengan bantuan beberapa utas tali saja. Tanpa pengaman tambahan. Kamu harus fokus dan sangat berhati-hati. JANGAN NAIK JIKA RAGU!

Dianjurkan untuk terlebih dulu mempelajari dasar-dasar rope climbing.

Ini nggak bercanda atau dilebih-lebihkan. Saya melihat beberapa orang yang menangis ketakutan nggak berani turun.

Secara pemandangan, puncak Bukit Munara memang luar biasa. Panorama lapang tanpa terhalang bukit-bukit lain atau pohon raksasa benar-benar membentang dipelupuk mata. Dari titik itu, kamu bisa melihat betapa hijaunya kota Bogor.

Bukit munara, harga tiket masuk, mitos, ulasan

Nggak jarang angin sejuk berhembus mengeringkan keringat. Bawa sedikit kudapan dan pastinya kopi merupakan keharusan. Tapi selalu ingat, jangan meninggalkan sampah.

Camping di Bukit Munara

Yap, kamu bisa mendirikan tenda di Bukit Munara.

Walau pun bukit ini padat tumbuhan dan bebatuan, masih ada beberapa spot yang memungkinkan kamu membangun tenda. Contohnya di warung dekat puncaknya.

Bukit munara, harga tiket masuk, mitos, ulasan
Foto: Gloob/Dewa Aji

Jadi, nggak jauh dari puncak Munara, ada sebuah warung yang memiliki halaman cukup lebar. Halaman itu cukup untuk tenda ukuran 3-4 orang. Kamu bisa menjadikan tempat itu sebagai salah satu pilihan.

Pastikan kamu sudah izin dan mencari tahu aturan apa saja yang perlu kamu taati.  Bagaimana pun, Bukit Munara masih liar.

Perihal biaya camping, kamu bisa lihat di kolom biaya dan harga tiket masuk.

Mitos-mitos yang beredar

Aneka mitos yang beredar tentang Bukit Munara memang menjadi daya tarik tersendiri.

Di sini, terdapat banyak situs. Ada Gua Bung Karno, batu tapak si Kabayan, Petilasan Sultan Hasanudin, Gua Batu Belah, dan yang cukup terkenal, batu menara adzan.

Secara sekilas, kamu pasti bisa menduga bahwa tokoh-tokoh tersebut pernah ke tempat ini. Tapi, kamu nggak tahu persisnya mereka ngapain aja, kan?

Ayo cari tahu dengan datang langsung ke Bukit Munara. Tanya ke warga sekitar dan temukan hal lain yang nggak kalah menarik.

Tujuan saya membuat blog ini memang untuk mendorong kamu agar banyak berwisata lokal dan membantu perekonomian warga sebagai pengelolanya.

Bukit munara, harga tiket masuk, mitos, ulasan
Foto: Gloob/Dewa Aji

Harga tiket masuk Bukit Munara

Perihal biaya yang bakal keluar, dijamin masih dalam jangkauan.

Biaya pertama keluar untuk membayar parkir. Jika kamu membawa motor, kamu hanya dikenakan biaya Rp. 5.000. NAmun bila kamu membawa mobil, biayanya Rp. 10.000.

Biaya kedua keluar untuk retribusi pendakian. Per orang hanya dikenakan biaya Rp. 5.000. Dan jika kamu ingin camping, kamu perlu mengeluarkan dana sekitar Rp. 25.00 per orang untuk satu malam.

Beberapa tips mendaki Bukit Munara:

  • Harga makanan di atas dan di bawah bukit berbeda.
  • Sebisa mungkin jangan mendaki sendirian.
  • Sedia bensin yang cukup.
  • Jangan turun lebih dari jam 5 sore.
  • Jangan memaksakan diri jika sudah tidak kuat.
  • Jangan bertingkah tidak sopan, termasuk bertutur kasar.

Oke, itulah ulasan singkat saya tentang Bukit Munara. Kalo kamu punya tambahan atau mau sharing pengalamanmu, tulis di kolom komentar, ya, biar teman-teman yang lain juga tahu. So, have a nice trip, guys!

Baca juga: Bukit Paradoks

Teks dan foto: Dewa

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of