Sore yang tenang dan hangat di Purwokerto. Kala itu saya tengah menghabiskan hari-hari liburan yang tak seberapa lama di kota yang dijuluki Kota Satria ini. 

Hari masih terang tapi saya sudah cukup puas menikmati panorama menakjubkan di Bukit Badar Watu Meja. Saya butuh lebih. Saya butuh tempat yang dapat menyajikan keindahan senja kota Purwokerto.

Saya melihat daftar destinasi yang telah saya rangkum dan belum pernah saya kunjungi. Di dalamnya terdapat nama Bukit Tranggulasih, sebuah bukit dengan ketinggian tak seberapa dan terdengar begitu asing di telinga saya.

Bukit Tranggulasih terletak di Kabupaten Banyumas, tepatnya masuk dalam Kecamatan Baturaden, hanya memakan waktu satu jam perjalanan dari Kota Purwokerto.

Saya langsung melesat. Tak ada macet di kota ini. Sangat nyaman. Sangat layak dirindukan.

bukit tranggulasih, tiket masuk, biaya, cara, lokasi, rute, foto

Sesampainya di tujuan, kendaraan saya parkirkan di area yang tergolong kecil. Mungkin hanya muat beberapa mobil.

Salah satu pengelola menyapa saya dengan senyumnya yang hangat. Diajaknya saya ke kasir sambil berbincang singkat. Biasa, menanyakan asal dan sudah ke mana saja saya selama liburan di Purwokerto.

Urusan perizinan selesai. Saya mengepak semua keperluan dan memasukannya ke dalam tas. Saat hendak berjalan masuk, lagi-lagi salah satu pihak pengelola tadi menyapa dan mempersilahkan saya dengan hangat senyumnya.

Saya langsung berhadapan dengan puluhan atau bahkan ratusan anak tangga, menanti untuk ditapaki. Mereka semua hanya berupa tanah yang dipapak sedemikian rupa namun terlihat rapih dan tertata.

Tangga demi tangga saya lalui. Jalurnya setengah memutar. Rumput, ilalang, dan rimbun pepohonan seakan menyambut saya.

Camping dan Bukit Tranggulasih

Saya tak mengira perjalanan mendaki berlangsung singkat. Saya sampai di area utama. Area yang cukup luas, lapang tanpa terhalang, dengan warung-warung sederhana menghiasi pinggirnya.

Terdapat di sebuah papan yang menjelaskan bahwa area ini adalah tempat untuk mendirikan tenda. Sangat menarik. Cocok. Sudut pandangnya yang luas memang menjajikan pemandangan manis.

Seorang ibu pemilik warung dari kejauhan berbicara. Katanya, camping di sini istimewa. Katanya, bintang malamnya luar biasa.

Saya tentu percaya. Saya sadar itu nyata. Polusi cahaya kota Purwokerto memang tak seberapa. Terlebih, kota ini dikelilingi bukit-bukit gagah yang kaya akan pesona dan karisma.

Bersebelahan dengan area camping, ada bongkahan kayu yang dirangkai rapih dan membentuk kata ‘Tranggulasih’. Di belakang rangkaian kayu tersebut terpampang jelas gugusan bukit yang hijau dan misterius.

4 Bukit Keajaiban di Bukit Tranggulasih

Saya melanjutkan perjalanan. Sedikit menanjak lagi. Menuju spot lain yang terlihat begitu menarik dari kejauhan.

Sebelumnya, seorang warga lain memberitahu saya tentang suatu hal. Ucapnya, ada 4 bukit yang bisa disinggahi di lokasi wisata Bukit Tranggulasih ini. Bukit-bukit itu adalah Bukit Datar, Bukit Cinta, Bukit Tinggi, dan tentunya Bukit Tranggulasih.

Setiap bukit menyajikan keindahan yang berbeda, katanya. Contohnya Bukit Datar. Karena sudut pandangnya agak mengarah ke selatan, Kota Purwokerto terlihat lebih jelas. Dari ujung ke ujung, tanpa terhalang bukit lain atau pohon-pohon perkasa.

Lalu untuk Bukit Tranggulasih sendiri, disebut sebagai spot terbaik menikmati sunset. Entah mengapa. Saya menuruti saja. Dan, saya pun benar-benar ke sana, ke bukit yang disebut spot terbaik menikmati sunset itu.

Hanya memakan sedikit energi dan waktu untuk sampai di Bukit Tranggulasih dari area camping. Seorang pria paruh baya menyambut saya di pintu masuk sederhana yang terbuat dari kayu-kayu ringkih.

‘Perizinan’ lagi. Tak masalah.

Saya memasuki area Bukit Tranggulasih yang berupa seperti taman kecil. Terdapat empat balai yang dapat digunakan untuk berswafoto. Masing-masingnya mengahadap ke arah yang berbeda, dengan latar utama Kota Purwokerto.

Saya menyambangi salah satunya. Letaknya sedikit lebih tinggi. Sudut pandangnya jauh lebih luas. Purwokerto, perbukitan, dan lembayung senja merupakan kombinasi pas yang terpampang di depan saya.

bukit tranggulasih, tiket masuk, biaya, cara, lokasi, rute, foto bukit tranggulasih, tiket masuk, biaya, cara, lokasi, rute, foto

Hari semakin gelap. Kabut mulai turun bersama udara dinginnya. Angin bergemuruh di antara rimbun pepohonan. Langit sore digagahi awan kelabu secara perlahan.

Saya turun kembali ke area camping. Mampir di warung sederhana tadi untuk segelas kopi panas. Hari itu saya habiskan di Bukit Tranggulasih, sambil berandai-andai bisa tinggal lebih lama.

Cara ke Bukit Tranggulasih, Banyumas

Butuh waktu sekitar 1 jam untuk mencapai Bukit Tranggulasih dari Purwokerto. Disarankan untuk menggunakan kendaraan pribadi, atau menyewa, karena transportasi umum yang dapat mengantar ke Bukit Tranggulasih masih minim. Untuk motor, harga sewanya berkisar Rp. 70.000 per hari.

Biaya/Tiket masuk Bukit Tranggulasih, Banyumas

Berikut harga tiket masuk dan biaya-biaya yang dibutuhkan untuk ke Bukit Tranggulasih, Banyumas:

  • Tiket Masuk: Rp. 5.000
  • Parkir Motor: Rp. 5.000
  • Parkir Mobil: Rp. 10.000
  • Camping/sewa tenda: Rp. 50.00 dengan kapasitas 3-4 orang
  • Tiket masuk tambahan: Rp. 3.000

Baca juga: 

Teks & Foto: Dewa

1
Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of
trackback

[…] Terimakasih Bukit Tranggulasih […]