Culture shock atau kejutan budaya sederhananya adalah perasaan terkejut akan sesuatu hal yang baru kita temui. Kebanyakan orang menganggap culture shock atau kejutan budaya hanya terjadi bila mereka pergi keluar negeri aja, padahal nggak juga. Di dalam negeri-pun kalian tetap bisa terkena kejutan budaya. Misalnya, jika kalian adalah seseorang berdarah Jawa murni, Yogyakarta contohnya, yang memiliki gaya bicara lembut, perlahan, dan halus, mungkin kalian akan kaget seandainya kalian pindah atau pergi ke Medan, yang masyarakatnya memiliki karakter sebaliknya dengan masyarakat Yogya, yakni bersuara lantang, jelas, dan tegas. Nah, saat kalian kaget itulah yang disebut culture shock.

Kejutan budaya juga bisa digunakan sebagai parameter bagi diri kalian sendiri. Umumnya, kejutan budaya juga timbul karena sifat sulit beradaptasi dengan lingkungan baru, tak jarang juga disebabkan oleh kebencian moral. Contohnya masih serupa dengan cerita di atas: kalian orang Medan yang memiliki karakter tegas, dan kalian hendak berwisata ke Yogyakarta. Kalian tau bahwa masyarakat Yogya adalah pribadi yang halus, tapi saat kalian kesana, kalian tetap kurang nyaman dengan gaya bicara warga sana yang kurang tegas. Nah, itu mengartikan bahwa salah satu dari dua penyebab di atas ada di diri kalian.

Ada pula kejutan budaya balik. Biasanya, kejutan budaya balik dirasakan oleh seseorang yang telah lama tinggal di tempat lain atau negara lain. Budaya tempat ia tinggal telah meresap di dirinya dan mengikis budaya asalnya. Menangani kejutan budaya balik biasanya lebih mudah dibanding menangani kejutan budaya biasa, tapi itu semua tergantung pada kepribadian orang itu sendiri.

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of