Untuk beberapa orang, Pantai Sawarna nggak masuk dalam daftar destinasi liburannya. Terlalu ramai sering kali jadi alasannya. Padahal kalo tahu celahnya, pantai ini tuh asik banget!

Sawarna sebenarnya merupakan desa yang dikelola menjadi tempat wisata karena memiliki sejumlah pantai yang ciamik. Pada masanya, Sawarna memiliki pamor yang gemilang. Bisa bermandikan cahaya matahari di sini merupakan kebanggaan.

Layaknya nasib tempat wisata pada umumnya, popularitas Pantai Sawarna makin merosot. Guna menyiasatinya, pemerintah dan warga sekitar gencar mempromosikan wisata Pantai Sawarna. Sederet fasilitas pun di bangun untuk kembali meningkatkan jumlah pengunjung. Hasilnya positif. Kini Sawarna selalu penuh di akhir pekan.

Sayangnya, ‘kebangkitan’ Pantai Sawarna justru menjadi alasan bagi beberapa orang untuk nggak memasukkan tempat wisata ini ke dalam daftar destinasi liburannya. Saya sih agak keganggu sama keputusan itu.

Saya memiliki alasan sendiri mengapa Pantai Sawarna masih sangat worth untuk dijadikan destinasi liburan. Berikut penjelasannya:

Singgah di Kenyamanan

Buat kamu yang belum tahu, kini area wisata Pantai Sawarna sudah diperluas. Desanya sih tetap segitu-gitu aja, tapi warung-warung dan penginapan sudah ada sampai di bagian barat pantai ini. Jumlahnya pun belum banyak, jaraknya agak berjauhan dari penginapan satu ke yang lainnya.

Nah, kalo kamu nginep di penginapan-penginapan di area barunya Sawarna itu, dijamin bakal nyaman. Suasananya tenang dari bising orang ngegosip, tapi kedengaran suara deru ombak karena dekat pantai. Halamannya luas, harganya juga sama kayak penginapan yang ada di pusat desa, kisaran 300rb.

Di samping keunggulan yang barusan disebutin, ada yang paling terbaik, yaitu ‘tamu tak diundang’. Tamu nggak diundang ini maksudnya tokek dan kepiting.

Mengingat area ini baru ada, jaraknya dekat dengan pantai, dan belum banyak penduduk, masih banyak hewan yang berkeliaran di sana. Jadi, jangan bingung pas kamu nginap di sana, malem-malem ada kepiting atau tokek ngetuk kamarmu terus minta bikinin kopi.

liburan di pantai sawarna
Ini pemandangan deket penginapan saya. Kondusif, cantik!

Taman Sejuta Cerita

Memperbesar area wisata bukan satu-satunya cara untuk makin mendongkrak minat masyarakat terhadap Pantai Sawarna. Warga sekitar dan pemerintah juga membangun sejumlah fasilitas yang diharap bisa bikin pengunjung nyaman berlama-lama di sana, salah satunya adalah taman.

Ada 3 taman yang cukup luas dan lokasinya berdekatan dengan bibir pantai dan desa. Di masing-masing taman terdapat bangku yang lumayan lebar, dihiasi tanaman, dan juga bale. Bagi pengunjung yang baru saja berenang di pantai, bisa membilas diri di pancuran yang tersedia di taman ini.

Waktu terbaik untuk ke taman ini, menuru saya, adalah sore atau tengah malam. Sekadar meregangkan badan, menikmati secangkir kopi panas setelah seharian melakukan eksplorasi, merupakan keajaiban yang perlu kamu rasakan di Sawarna. Apalagi jika kamu mengajak kerabat yang sangat dekat atau mungkin pasangan yang melulu asik membahas segala topik, mulai dari yang murahan hingga filosofis. Tentu akan jauh lebih terkenang.

liburan di sawarna

Pesona Gua Pantai Sawarna

Banyak nih yang belum tahu, kalo di Sawarna terdapat cukup banyak goa/gua, di antaranya Gua Langir, Gua Seribu Candi, dan Gua Kanekes. Lokasinya memang di luar area desa, tapi nggak jauh, kok. Kamu cuma perlu jalan kaki selama 15 menit untuk sampai ke goa-goa tersebut. (lokasi goa)

Masing-masing gua punya karakter dan cerita yang nggak sama. Misalnya Gua Kanekes. Menurut warga sekitar, gua ini dipakai oleh masyarakat suku Baduy atau yang dikenal juga Urang Kanekes untuk beristirahat ketika singgah di pantai ini.

Beda lagi Gua Seribu Candi. Untuk masuk ke gua ini, kamu perlu menaiki beberapa anak tangga yang terbuat dari susunan batu dan terlihat tua. Meski nggak ada yang jaga, kayaknya kamu perlu hati-hati banget jika ingin masuk ke dalamnya.

Jujur, gua ini punya aura yang paling beda dari gua lainnya. Saya dan kelompok sampai mengurungkan niat untuk menelusuri ke dalam. Salah seorang teman yang pernah ke sini sebelumnya pun bilang, “waktu itu, sebelum gue coba masuk ke dalem, warga sekitar ngecek lokasinya dulu. Entah kenapa, gue nggak dianjurin masuk. Ya, gue nggak jadi masuk. Katanya sih terlalu licin, bahaya. Katanya.”

liburan di sawarna

Pantai Rahasia

Mungkin ini juga jadi alasan lain kenapa kamu males dan nggak mau ngejadiin Pantai Sawarna sebagai destinasi liburan: karena pantainya nggak bagus-bagus amat. Hmmm, ini sih nggak tepat.

Kawasan wisata Pantai Sawarna memang terkenal karena 2 pantainya, yaitu Pantai Pasir Putih dan Pantai Tanjung Layar. Mayoritas pengunjung pun menghabiskan waktunya di pantai ini, makanya Sawarna terlihat melulu ramai.

Kalo kamu usaha sedikit, ada kok pantai di Sawarna yang masih sangat asik. Pantai ini berlokasi dekat dengan gua-gua yang disebutkan di atas. Di pantai ini, pasirnya halus, bersih, sepi, pemandangannya mantap jaya.  Berbatasan langsung dengan tebing-tebing yang tingginya bikin nyebut. But. Mirip Pantai Pandawa, Bali.

Tapi, perlu diingat, kalo lagi pasang, air laut bisa menyikat habis area pantai. Kamu harus banget waspada dan segera balik kanan ketika sadar air laut sudah mulai naik.

liburan di sawarna

Nah, itulah beberapa alasan mengapa liburan ke Pantai Sawarna masih dan sangat efektif mengurangi stres. Kalo kamu punya alasan lain, bagikan di kolom komentar, ya.

Teks dan foto: Dewa Aji

Baca juga: 

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of