Tidak dapat menutup fakta bahwa dangdut kini makin luar biasa sepak terjangnya. Keberadaannya bukan lagi sekadar genre musik, tapi juga budaya. Menciptakan syarat dalam menikmatinya.

Sebagaimana headbang yang dipakai pencinta metal, dangdut juga punya segudang gaya berdansa yang unik. Hanya saja di luar “goyang Bang Jali”, gerakan lain untuk menikmati alunan musik ini tak bernama atau dinamakan. Tapi tentu kita sadar mana goyangan dangdut, dan mana yang bukan. Betul?

mansyur subhawannur

Sulit bagi saya melepas dangdut dengan sosok Mansyur S. Sedari kecil, saya sudah dicekokkan secara tidak langsung oleh orang tua lagu-lagu musisi yang memiliki nama lengkap Mansyur Subhawannur ini. Dendangannya kerap menghiasi hari-hari saya, bahkan hingga sekarang.

Yang membuat Mansyur S dikenal banyak golongan bukan hanya karena karakter suara dan nada-nada lagunya yang mudah dicerna. Setidaknya bagi saya, lagu-lagu Mansyur S memiliki lirik yang puitis, variatif, dan patut direnungi.

Sebutlah dalam lagu Pelaminan Kelabu. Di lagu itu, Mansyur S mengutarakan kekecewaan yang tak terbendung, rasa sakit yang begitu parahnya karena ditinggal kekasih yang berpaling rasa ke orang lain. Namun, ketimbang menggunakan kata kasar atau pernyataan yang blak-blakan, beliau mengemas amarah ke dalam satir: kau bagaikan Rahwana, mencuri Dewi Sita dari tangan Sri Rahma.

Beda pada lagu Rembulan Bersinar Lagi. Suasana gembira yang begitu meletup-letup sudah dapat terasa di bagian awal lagu. Rembulan bersinar lagi, mendung pun tiada lagi merupakan pembuka yang jenius. Membandingkan jika dua kondisi tersebut justru terjadi sebaliknya. Apa rasanya malam tanpa rembulan dan disertai hujan yang teramat deras? Mencekam dan sangat membosankan.

Perumpamaan macam itu hampir bisa ditemukan di setiap lagu Mansyur S. Kali ini cobalah dengar lagu bertajuk Pagar Makan Tanaman. Dari judulnya saja, kita sudah paham bahwa maksud Mansyur S adalah mengumpat. Mengutarakan benci yang begitu besarnya kepada kerabat dekat, yang dengan lihai dan kejamnya bermanuver agar bisa mengambil pujaan hatinya.

Kekayaan bahasa inilah yang membuat saya kagum dengan sosok Mansyur S dan orang-orang di balik berbagai lagu menakjubkannya. Seharusnya Mansyur S mendapat ruang yang lebih besar di hati muda-mudi masa kini. Karena menurut hemat saya, ia menyajikan pendekatan yang selalu berbeda di tiap lagunya sehingga mampu bertahan lama. Tak mulu bergelut dengan senja, kopi, atau istilah-istilah memberatkan yang justru menghilangkan esensi lagu itu sendiri.

Penulis: Dewa

Baca juga: 

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of