Sebelum mengeksekusi, baiknya kamu tahu beberapa tips mendaki Papandayan ini. Selain biar makin kenal medan yang akan dijajal, kamu juga mengurangi risiko terjadi sesuatu yang nggak diinginkan.

Garut nggak akan lepas sama Gunung Papandayan sebagai salah satu destinasi unggulannya. Beda dengan Gunung Bromo dan Gunung Prau yang puncaknya udah numpuk sama wisatawan, untuk mendaki Gunung Papandayan emang sedikit lebih membutuhkan tenaga ekstra, jadi nggak se-sumpek kedua gunung tadi. But, at least, sunrise Bromo dan Prau tetep mega-karismatik, segimanapun orang nge-klaim buruk tentangnya.

mendaki papandayan, tips mendaki papandayan, tips mendaki gunung pemula

Pengetahuan dan tips mendaki Papandayan

Balik lagi ke Papandayan. Nah, permasalahan yang kerap muncul di benak mereka yang belum pernah ke Papandayan adalah pertanyaan-pertanyaan random yang kadang agak aneh, tapi kalo dipikirin lagi ternyata cukup penting. Mending kalian simak langsung beberapa pertanyaan yang cukup banyak ditanyain calon pendaki Papandayan.

1. Emang papandayan Angker?

Katanya sih, denger-denger dari penjaga sana, campng ground di Papandayan ada yang jaga, semacem perempuan gitu. Terus, ada juga cerita tentang makhluk-makhluk aneh lainnya.

Tapi untungnya, saat tim Gloob! kesana, nggak kejadian apa-apa, tuh! Kami aman dari bawah sampe ke atas, begitupun sebaliknya.

Kalo masalah angker atau nggak, sebenernya semua gunung punya misterinya masing-masing. Persoalan ganggu meng-ganggu, itu didasarin sama tingkah kita aja. Kalo kita hormat, ya, nggak bakal terjadi apa-apa.

2. Caranya Backpacker ke Papandayan, Gimana?

Hampir semua gunung bisa kalian sambangi dengan backpacker-an. Nggak ada yang nggak mungkin. Mungkin persoalan transportasi menuju Garut-nya gampang, tapi emang masih ada yang agak bingung untuk kelanjutannya.

Nah, jadi, kalo kalian naik bus dan berhenti di terminal Garut, kalian harus lanjut naik minibus yang tujuannya ke Pasar Cisurupan (Rp. 15.000/orang). Dari Pasar Cisurupan, kalian lanjut lagi menggunakan ojek atau mobil bak terbuka.

Untuk ojek, harganya Rp. 25-30 ribu/orang; Sedangkan untuk mobil bak terbuka, jumlah orangnya minimal 15, dan dikenakan biaya Rp. 20.000/orang. (Januari 2017)

mendaki papandayan, tips mendaki papandayan, tips mendaki gunung pemula
© Gloob! Magazine

3. Mending ke Papandayan atau Cikuray, ya?

Pertanyaan ini sih emang sulit, tapi bukan berarti nggak bisa dijawab. Dua-duanya sama-sama keren, pemandangannya dahsyat, dinginnya juga super-nusuk, tapi tingkat usaha untuk mencapai puncaknya yang berbeda.

Sederhananya begini: pendakian Papandayan cuma memakan waktu sekitar 3 jam, sedangkan Cikuray bisa mencapai 6 jam bahkan lebih, tergantung ketangguhan kalian.

Seru mana? Sama-sama seru, sama-sama indah, sama-sama menantang. Semua tergantung selera, keinginan, dan kesanggupan.

3. Papandayan ada Edelweiss?

Ada. Banyak! Namanya area-nya Tegal Alun. Awas dipetik!

Hamparan bunga edelweiss di Papandayan kerap dijadiin spot berswafoto. Banyak orang yang rela capek-capek mendaki Papandayan cuma demi ngeliat bunga ini tumbuh subur di habitatnya.

Beberapa orang juga ngeklaim, “nggak ke Papandayan kalo nggak nengokin edelweiss.”

4. Camping Ground-nya, Keren?

Pertanyaan macam apa ini? Maksudnya camping ground-nya bersih? luas? ada tempat karoke, gitu?

Biar lebih gampang dimengerti, Gloob! bakal ngejelasin secara umum. Camping ground di Papandayan itu ada dua, namanya Pondok Salada dan Gubber Hood.

Pendaki paling sering mendirikan tenda di Pondok Salada, dan Gubber Hood jadi alternatif apabila Pondok Salada penuh.

Jarak antar-pos tadi juga berdekatan, nggak nyampe naik-turun banyak bukit. Di masing-masing pos udah ada toilet dan warung kecil, walaupun seadanya, jadi kalian nggak perlu bingung lagi seandainya sakit perut atau kehabisan air minum.

Katanya juga, Papandayan kini udah dipegang perusahaan swasta. Bakal banyak fasilitas yang dibangun, tangga, misalnya. Mungkin kedepannya bakal ditambah eskalator, mall, dan beberapa klub malam. Ish!

Itulah beberapa pengetahuan dan tips mendaki Papandayan. Kalo kamu punya saran yang lain, share ke teman-teman yang lain di kolom komentar, ya. Biar nanti dimasukin ke dalam artikel.

Baca juga:

Penulis: Dewa Aji Panggalih

Baca majalah Gloob! edisi ke-2 pada link di bawah untuk mengetahui pengalaman mendebarkan tim Gloob! saat menjajal ketangguhan Papandayan.

Baca & download majalah Gloob! edisi ke-2.

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of