Istilah musik indie atau independen mungkin sudah ga asing di telinga. Ga sedikit musisi indie yang mencoba menghasilkan karya mereka secara mandiri dan mencoba peruntungan di dunia musik, karena musik memang menjadi passion mereka. Hal tersebut pastinya ga terlepas dari kendala yang harus dihadapi, tapi pastinya ada keuntungan juga yang bisa diraih.

Musisi indie atau independen adalah musisi yang memproduksi musiknya secara mandiri. Mulai dari proses penulisan, perekaman, perilisan, hingga promosi lagu atau album yang telah mereka rilis. Semua hal tersebut mereka lakukan sendiri, karena memang tidak ada kesepakatan atau tanda tangan kontrak dengan pihak perusahaan label rekaman.

Source: stereogum.com

Harus saya akui, saya pun salut melihat perjuangan para musisi indie yang berusaha mengenalkan musik mereka. Apalagi kalau jenis musik yang mereka bawakan tergolong antimainstream atau memang bukan selera musik kebanyakan orang.  Faktor keberuntungan memang menjadi salah satu kunci untuk bisa sukses di industri musik.

Namun, tahukah kamu ga sedikit musisi indie yang berhasil sukses dalam karirnya walau banyak rintangan yang harus mereka hadapi. Misalnya, Brandi Carlile yang mengawali karirnya sebagai penyanyi di Hotel Café, saat ini sudah mengoleksi sekitar 3 piala Grammy.

Contoh lain, Maggie Rogers yang merekam lagu Alaska secara mandiri hingga akhirnya dilirik Pharrel William dan tahun lalu berhasil masuk ke dalam nominasi Grammy. Belum lagi penyanyi atau band yang kini sudah menjadi besar karena lagunya berhasil dipakai oleh music supervisor untuk dijadikan soundtrack film atau serial TV. Sebut saja Ingrid Michaelson, The Fray, hingga Sara Bareilles.

Walau kendala yang dihadapi para musisi indie cukup banyak, tapi di sisi lain, banyak juga kok keuntungan yang bisa mereka dapatkan. Yuk, kita cari tahu apa saja kendala dan kentungan sebagai musisi independen.

Kendala Musisi Independen dalam Industri Musik

Sejauh pengamatan saya, inilah beberapa kendala yang mungkin dihadapi oleh kebanyakan musisi independen:

1. Biaya produksi

Biaya mungkin menjadi kendala utama yang harus dihadapi oleh setiap musisi independen, terlebih bagi mereka yang memang memiliki budget terbatas. Untuk memproduksi suatu karya musik, mereka harus menyewa studio rekaman dan alat musik, operator perangkat rekaman, atau bahkan additional player.

Belum lagi biaya untuk CD atau mungkin vynil yang harus mereka produksi, buat merchandise, hingga mungkin biaya transportasi untuk manggung atau melakukan tur keliling kota. Ga cuma menguras keringat, tentunya juga kantong pribadi mereka.

2. Selera musik

Kebanyakan musisi indie menghasilkan musik sesuai dengan hasrat mereka, tanpa memikirkan jenis musik yang sedang ramai didengarkan orang saat ini. Hal ini tentu akan berdampak pada laku tidaknya musik mereka di pasaran. Meski bukan hal yang utama, namun tidak menampik kemungkinan ada sedikit harapan agar musik mereka banyak didengar oleh banyak orang dan menghasilkan pendapatan yang cukup lumayan.

3. Promosi

Kendala terkait promosi sebenarnya tidak terlepas dari biaya produksi. Agar musik yang telah dihasilkan bisa didengar oleh khalayak ramai, setiap musisi indie mungkin memerlukan usaha yang lebih besar, berhubung mereka umumnya tidak mampu mengadakan semacam press conference atau launched party, dan menarik perhatian sponsor atau brand besar agar bisa menggunakan lagu dalam iklan mereka. Hal ini tentu menjadi kendala tersendiri bagi para musisi indie.

Keuntungan yang Dapat Diperoleh Musisi Indie

Di samping kendala, ternyata ada sisi baik yang dapat diperoleh musisi yang berkarir secara independen, yaitu:

1. Kebebasan

Kebebasan, satu hal cukup prestisius yang tidak dimiliki oleh musisi di bawah label rekaman dan hanya dimiliki oleh para musisi independen. Dalam hal ini, musisi indie memiliki 100 persen kendali dan kapasitas untuk menentukan jenis musik yang mereka bawakan, kapan mereka akan merilis musik, di mana mereka akan mengadakan konser, hingga jenis video musik yang akan mereka buat.

Mungkin berbeda dengan musisi di bawah perusahaan rekaman yang cenderung berpatokan pada jumlah penjualan, banyaknya keuntungan, hingga komisi atau persentase yang didapat. Hal ini membuat musisi indie bebas berkarya tanpa harus mengkhawatirkan akan melanggar berbagai ketentuan yang tertuang dalam kontrak atau denda yang mungkin harus mereka dapat.

2. Hak lebih luas untuk berekspresi

Mungkin hampir sebagian besar musisi independen menjadikan musik mereka sebagai media untuk menyalurkan opini atau keluhan melalui lirik dan melodi. Saat Gloob! melakukan wawancara dengan band indie, Goodnight Goodbye, harapan mereka sebenarnya sangat sederhana. Mereka hanya ingin mengeluarkan keluh kesah mereka terkait isu sosial dan pemanasan global dalam bentuk musik dengan irama yang mereka sukai tanpa harus memaksakan untuk mengikuti tren musik saat ini.

Nah, ini tentu menjadi kelebihan tersendiri bagi para musisi indie untuk bisa lebih menyampaikan ekspresi mereka melalui musik.

3. Self-promotion

Platform musik digital yang banyak beredar saat ini, seperti Spotify dan Deezer, sebenarnya sudah mampu menjawab kendala yang dihadapi oleh para musisi independen dalam hal promosi musik. Melalui platform musik digital ini, musisi indie bisa lebih mudah untuk mengenalkan musik mereka ke masyarakat luas, bahkan yang letaknya jauh dari mereka.

Mereka dapat mengupload karya musik mereka dan merilisnya kapan saja hanya dengan beberapa klik. Biaya yang harus dikeluarkan pun sangatlah terjangkau. Selain platform musik digital, kini juga banyak website yang mengkurasi dan membantu mempromosikan musisi indie, salah satunya adalah Indieshuffle.

Nah, buat kamu yang mungkin baru ingin mengawali atau merintis karir di dunia musik, jangan takut untuk menghasilkan karya musik kamu. Faktor keberuntungan memang menjadi faktor paling besar bagi musisi indie yang baru mengawali karirnya. Tapi apa salahnya kan kalo mencoba lebih dulu.

Salam semangat dari Gloob!

Penulis: Elsa

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of