Simpel – unik – asik. Mungkin itu 3 kata yang tepat untuk menggambarkan musik dari Goodnight Goodbye. Berbeda dari kebanyakan musik mainstream sejenis EDM yang banyak digandrungi anak muda, Goodnight Goodbye justru membawa kita untuk mengingat lagu pop tahun 70-an, masa ketika Bee Gees masih berjaya dengan lagu How Deep Is Your Love.

Nah, apa alasan mereka membawakan lagu bernuansa 70-an di era milenial seperti sekarang ini? Ikutin terus yuk obrolan Gloob! bersama Goodnight Goodbye dalam artikel berikut.

lagu pop 70an, lagu pop tahun 70an, lagu populer 70an
Cover art EP On Your Knees – source: spotify.com

Setelah bulan lalu Gloob! punya kesempatan untuk interview duo asal Belanda, Ciao Lucifer, kali ini Gloob! berhasil ngobrol bareng duo kakak beradik asal Inggris, Goodnight Goodbye.

Di Indonesia sendiri, mungkin masih banyak yang belum pernah dengar tentang band yang didalangi Joe dan Sam Woollard ini. Nah, dalam sesi interview kali ini, Gloob! sekalian mau ngenalin musik dari Goodnight Goodbye ke kamu. Dijamin ga bikin nyesel deh.

Saya mendengar musik Goodnight Goodbye untuk pertama kalinya melalui playlist Discover Weekly yang biasa dirilis Spotify setiap hari Senin. Jujur, kesan pertama saya adalah wah dan kaget.

Sebagai anak yang dibesarkan oleh ibu penggila Bee Gees, Chicago, dan ABBA, mendengar lagi irama lagu pop 70an setelah sekian lama jadi bikin merinding sendiri. Apalagi Joe dan Sam punya suara yang hampir mirip dengan Barry Gibb. Wadidaw lah.

Saat mereka bersedia untuk menjawab interview Gloob! tentu girang bukan maen dong. Ramah, sopan, dan down to earth, itu kesan pertama saya saat pertama kali menerima balasan email dari mereka.

Dalam interview ini, mereka banyak bercerita tentang awal duo Goodnight Goodbye terbentuk hingga kendala yang mereka hadapi sebagai musisi independen.

Sebagai band keluarga, bagaimana awal terbentuknya Goodnight Goodbye dan apa yang membuat kalian berdua akhirnya bergerak dalam industri musik?

Sebenarnya kami sudah mulai menulis lagu sejak lama, namun tidak pernah ada kelanjutannya. Baru sekitar 2 tahun lalu, kami berdua memutuskan untuk meluangkan lebih banyak waktu untuk bermusik. Lagu pertama yang kami tulis bersama terasa begitu istimewa karena berkaitan dengan masa lalu kami. Sejak itulah Goodnight Goodbye terbentuk.

Mendengarkan musik Goodnight Goodbye seperti kembali ke masa lalu, karena sudah begitu lama saya tidak mendengar musik dan lagu pop 70an. Apa yang membuat kalian memilih pop 70-an sebagai genre musik Goodnight Goodbye?

Kami tidak pernah secara khusus ingin membawa musik kami ke arah pop 70-an. Namun, beberapa musik dari tahun tersebut memang masih menjadi favorit sebagian orang hingga saat ini. Kami selalu menyukai musik dari Bee Gees, Queen, The Beatles, dan Fleetwood Mac. Musik dan lirik yang mereka bawakan selalu berdasarkan situasi yang memang benar terjadi dan sudah terbukti tidak lekang oleh waktu. Oleh karena itu, kami senang memasukkan unsur 70-an ke dalam musik kami.

Dalam bio di Spotify, tujuan musikalitas Goodnight Goodbye adalah untuk mendorong adanya perubahan dalam masyarakat. Menurut kalian, apa yang sedang terjadi di dalam masyarakat? Dan pesan apa yang ingin kalian sampaikan melalui musik?

Melalui musik, kami ingin selalu terhubung dengan pendengar kami dari berbagai generasi dan menyampaikan berbagai isu seputar perubahan iklim dan kelaparan global. Mungkin tidak banyak orang yang tahu bahwa isu ini muncul akibat ulah berbagai perusahaan terkemuka yang secara tidak etis menjual sumber daya dunia hanya untuk keuntungan mereka semata. Kami akan merilis video musik yang akan menceritakan hal ini. Jadi tunggu ya.

Apakah kalian merasa kesulitan untuk memperkenalkan musik Goodnight Goodbye ke seluruh dunia? Dan apakah kendala dan hambatan yang kalian hadapi selama berada di dalam industri musik?

Sebenarnya sangat menyenangkan menjalani karir sebagai musisi independen karena betapa mudahnya merilis musik secara mandiri saat ini. Bahkan, untuk merilis lagu di Spotify atau Apple Music saja hanya membutuhkan beberapa klik. Setelah itu, semua orang di seluruh dunia bisa mendengarnya. Beberapa musisi yang berada di bawah kontrak justru harus menunggu beberapa bulan hingga tiba waktunya rilis.

Ini adalah salah satu keuntungan sebagai musisi independen. Kami bisa memutuskan kapan dan di mana kami akan merilis musik. Satu-satunya kendala yang kami hadapi saat ini adalah keraguan kami sendiri.

Sebagai musisi, apa tujuan kalian dan apa yang ingin kalian raih sepanjang tahun ini?

EP kedua kami sedang dalam pengerjaan dan akan kami rilis beberapa bulan ke depan. Kami merasa  musik kami kali ini memiliki irama yang lebih upbeat dari sebelumnya. Kami juga akan merilis single terbaru kami berikutnya dalam waktu dekat.

Kami suka menggali dan menemukan lagu baru untuk kami perkenalkan di blog kami. Apakah kalian punya rekomendasi musik yang sedang kalian dengar akhir-akhir ini?

Tentu. Memang banyak musisi di luar sana yang memiliki kualitas bagus, tapi sulit untuk ditemukan. Bagian ‘Fans Also Like’ di Spotify sebenarnya bisa cukup membantu kamu untuk menemukan musisi yang mungkin kamu suka. Saat ini, kami lagi senang mendengarkan Sunflower dari Harry Styles, Say So dari Doja Cat, dan Animals dari Kawala.

Pertanyaan terakhir dari kami. Apa yang akhirnya membuat kalian memutuskan untuk berhenti berkarir sebagai musisi?

Tidak ada yang bisa menghentikan kami! Kami sangat menikmati apa yang kami lakukan, meskipun pekerjaan ini terbilang tidak cukup stabil. Namun, menjadi hal yang menyenangkan bila kami bisa melaluinya bersama. Dan ketika ada orang di luar sana yang menikmati musik kami, tentu itu menjadi hal yang sangat menyenangkan.

Nah, demikian hasil interview Gloob! dengan Goodnight Goodbye. Buat kamu yang masih penasaran tentang musik mereka, langsung aja dengerin yuk.

Penulis: Elsa

Baca juga:

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of