Tulisan ini merupakan sedikit cerita tentang bagaimana saya suka band melodic punk asoy ini: Nudist Island. 

Di 2008 atau 2009, selain The Upstair dengan Matraman dan Disko Daruratnya, The Adams dengan Konservatifnya, dan Killing Me Inside dengan Tormented-nya, band yang juga kerap jadi topik pembicaraan anak 15 tahun-an yang doyan dateng ke gigs adalah Roro, alias Rocket Rockers. Tentu dengan anthem mereka: Bangkit dan pesta.

Demam Rocket Rockers tak berkesudahan. Kala itu, banyak anak seumuran saya gemar memborong barang berlabel Roro.

nudist island band

Awal kenal Nudist Island

Nah, di suatu gigs, (saya lupa pastinya di mana, tapi kayaknya di antara Rossi atau Maroti Cafe) saya sedang istirahat cari udara segar sambil celingak-celinguk barang di abang-abang penjaja kaset & merch.

Awalnya cuma ngelihat, nggak beli apa-apa. Uang terbatas. Sangat terbatas. Jajan aja cuma frutang.

Mata mensortir beberapa kaos. Milik Blooded Suicide lah yang paling menarik. Celingak-celinguk lanjut ke bagian kaset dan CD. Eh, pas di barisan album-album kompilasi, saya ngelihat nama Roro di salah satu sampul album.

Saya ambil kaset kompilasi itu, dan periksa si Roro nyumbang berapa lagu di dalamnya. Ternyata hanya ada satu, berjudul Nurse.

Lagu itu sangat asing bagi saya. Sejauh-jauhnya lagu Roro yang saya tahu waktu itu adalah She’s My Cheerleader.

Pikir saya, ini pasti jarang yang punya. Dan, saya percaya bahwa memiliki barang yang nggak dipunyai orang lain itu selalu menjadi prestige tersendiri.

Saya awalnya nggak begitu peduli band siapa lagi yang ada di kompilasi itu. Tapi ya, namanya kaset, muter lagu sesukanya aja. Otomatis saya denger semua dong lagu-lagu yang ada di kompilasi itu.

Di antara sejubreg lagu melodic punk yang ada dalam kompilasi yang saya beli dengan menghabiskan jatah mingguan itu, ada satu lagu yang bikin saya salah tebak. Suara vokalisnya mirip banget Ucay Rocket Rockers.

Tapi pas ditelisik dengan menerawang lembaran daftar lagu yang ada di kaset, ternyata saya salah. Lagu yang saya dengar itu berjudul How Long That Feeling In My Heart Is Less Or Empty, dari sebuah band yang saya benar-benar belum pernah dengar sebelumnya: Nudist Island.

Berawal dari situlah saya kenal dengan band yang hingga kini masih saya dengarkan saat bekerja atau berkendara dengan motor kesayangan. Beberapa waktu lalu saya juga membeli kasetnya, menggantikan kaset kompilasi penuh kenangan yang kini sepenuhnya sudah jadi kenangan. Satu yang belum kesampaian, yaitu nonton penampilannya secara langsung.

Kalo kamu penasaran sama lagu-lagu Nudist Island, kamu bisa denger kilasannya di Reverbnation-nya Nudist Island.

Dan, kalo kamu punya pengalaman terkait Nudist Island atau band-band yang kamu suka, coba di share di kolom komentar. Kamu juga bisa curhat dengan membuat tulisan macam ini lalu mengirimnya ke redaksi@gloob-online.com biar dimuat.

Salam 😀

Baca juga: Ini Sarang Musisi Indie dan Pencipta Lagu Terkenal

Penulis: Galih

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of