Liburan ke Laos, entah ala koper atau backpacker, emang terdenger cukup menarik.

Laos nggak mau kalah sama Indonesia yang punya Way Kambas sebagai tempat konservasi gajah. Konservasi gajah di Laos atau dikenal dengan Sayaboury Elephant Conservation Center ini bukan hanya memungkinkan kalian untuk melihat, tapi juga ngerawat dan mengenal lebih dalam dengan gajah. ‘merawat’ disini bukanlah teori atau sekedar melihat dan mendengar, melainkan praktek. Yap, kalian bisa terjun langsung untuk merawat gajah-gajah yang ada disana dengan dibimbing staf-staf bertaraf internasional. Kalian dapat berinteraksi langsung, baik itu menyentuh, memberi makan, bahkan mengobati gajah yang sakit dengan tangan kalian sendiri.

Waktu Terbaik ke Sayaboury Elephant Conservation Center, Laos: Sepanjang tahun, namun utamakan reservasi terlebih dahulu.

Lokasi  Sayaboury Elephant Conservation Center, Laos: Ada dua tempat konservasi gajah yang berdekatan: Pertama di Sayaboury, dan kedua di Luang Prabang.

Kenapa ke  Sayaboury Elephant Conservation Center, Laos: Kedua tempat konservasi gajah tersebut bukan hanya menawarkan wawasan yang luas tentang gajah, tapi juga terdapat berbagai hal menarik lain di dalamnya, seperti panorama super-cantik dari ketinggian Gunung Phou Xang, dan juga sunset penuh kharisma yang bisa kalian lihat di bungalo, yang terletak di bagian barat tempat konservasi gajah tersebut. Bahkan, walaupun terdengar agak aneh, kalian bisa mengadopsi bayi gajah.

Cara dan Biaya  Sayaboury Elephant Conservation Center, Laos: Jika dari Bandara Soekarno-Hatta, kalian pilih tujuan ke Bandara Internasional Luang Prabang, Laos. Harga tiket pesawat berkisar Rp. 1.500.000 hingga Rp. 3.000.000 (Pemesanan seminggu sebelum keberangkatan; harga selalu berubah). Selanjutnya, kalian bisa menyewa taksi untuk menuju konservasi gajah di Luang Prabang (tidak jauh dari Royal Palace dan Gunung Phou Si) dengan harga sekitar Rp. 90.000; Atau kalian bisa menggunakan Tuk-Tuk (semacam ojek), mengingat harganya jauh lebih murah, yakni Rp. 35.000.

*Harga atau informasi lain yang tertera dapat berubah sewaktu-waktu

______________________________________

Baca juga: Shwezigon Pagoda, Myanmar

Penulis: Fikri Ardiansyah

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of