Saya tengah memacu mobil di jalanan kawasan wisata Telaga Remis, setelah menyelesaikan administrasi dengan remaja penjaga kawasan di gerbang masuk yang tak terawat.

Suasananya sepi dan sejuk. Rimbun pepohonan menghalangi cahaya matahari di sepanjang jalan.

telaga remis, biaya, cara, tiket masuk, akses, kuningan
Foto: Gloob/Dewa Aji

Tak lama berselang, saya sampai di parkiran. Areanya luas. Dari parkiran ini bisa langsung terlihat sebagian pemandangan telaga.

Nggak ada pintu masuk atau penjaga seperti tempat wisata pada umumnya. Hanya tukang parkir yang sedang asik bermimpi di bawah pohon kerdil.

Saya masuk ke area telaga.

Di titik awal, pemandangan gemericik air Telaga Remis menyambut saya.

Warung-warung penjaja makanan ringan tersebar di berbagai sisi. Terdapat jembatan kecil berbalut warna merah yang memotong di tengah telaga. Pohon-pohon perkasa, pos penjaga, dan beberapa wahana wisata tak luput dari penglihatan.

Saya menelusuri pedestarian tak terawat di pinggir telaga. Beberapa akar pohon melintang di pedestarian ini. Alurnya memutar, melewati tempat-tempat yang terlihat begitu sunyi dari kejauhan.

Apa yang Bisa Kamu Lakukan di Telaga Remis?

Salah satu kegiatan yang bisa kamu lakukan adalah mancing. Serius. Terdengar biasa-biasa aja, ya? Kalo belum dicoba, memang suka begitu.

telaga remis, biaya, cara, tiket masuk, akses, kuningan
Foto: Gloob/Dewa Aji

Area telaga besar menjadi spot favorit warga sekitar untuk mancing di Telaga Remis. Selain suasananya lebih tenang, area telaga besar sepertinya memang tempat mainnya aneka ikan.

Sewaktu saya di sana, hanya ada sekitar 7 bapak-bapak yang sedang mancing. Semuanya berpencar ke beberapa sisi telaga. Nggak lama saya memperhatikan mereka, salah satu bapak strike!

Saya menghampiri bapak itu. Pertarungannya lumayan sengit. Mungkin berjalan sekiranya 5 menit.

Ikan diangkat dengan bantuan jaring. Saya akui, ikannya cukup besar. Seukuran tanggan orang dewasa. Bapak-bapak lain turut membantu. Entah kenapa, tapi semua bapak-bapak terlihat sumringah dengan kejadian itu.

Selain mancing, kamu juga bisa main bebek-bebekan. Bebek-bebekan itu semacam perahu berbentuk bebek yang perlu dikayuh layaknya sepeda supaya bisa jalan.

Untuk bermain bebek-bebekan ini, kamu wajib stretching terlebih dahulu. Saraf dan otot kaki musti lemes. Mengingat telaga ini tergolong besar, pasti bakal banyak makan tenaga. Isi juga perut buncit itu.

telaga remis, biaya, cara, tiket masuk, akses, kuningan
Foto: Gloob/Dewa Aji

Kalo sudah puas main bebek-bebekan, saatnya istirahat.

Ngopi di warung yang kamu suka. Saran saya, coba di warung yang dekat tempat bapak-bapak mancing tadi.

Lebih enak, sepi, dan pemandangannya terbuka.

Mitos Telaga Remis

Saya sempat mendengar sebuah mitos dari warga sekitar. Katanya, di telaga ini ada penunggunya. Berupa kura-kura, yang sebenarnya merupakan jelmaan dari seorang pendekar.

Ilustrasi Mataram Vs VOC (Sumber: Jejak Tapak)

Konon, telaga ini dulunya merupakan area peperangan antara dua pangeran hebat dari dua kerajaan besar: Pangeran Selingsingan dari Kesultanan Cirebon dan Pangeran Purabaya dari kerajaan Mataram.

Namun entah mengapa, tidak pernah ada yang menang dalam pertarungan dua pangeran itu, alias remis.

Di masa perang tengah sengit-sengitnya, hadirlah seorang sakti mandraguna bernama Elang Sutajaya. Ia berniat untuk menghentikan peperangan.

Pangeran Purbaya yang kala itu paling agresif dalam berperang, bertarung dengan Elang Sutajaya. Ia pun gugur dalam pertarungan itu.

Anehnya, saat Pangeran Purbaya gugur di tangan Elang Sutajaya, Pangeran Salingsingan justru sedih.

Air mata Pangeran Salingsingan terus berjatuhan. Perlahan menggenang hingga akhirnya membentuk sebuah telaga.

Disaat yang bersamaan, wujud Pangeran Selingsingan pun berubah. Ia menjadi kura-kura, dan tinggal di telaga yang terbentuk dari air matanya. Kini, telaga tersebut dikenal dengan nama Telaga Remis.

Baca selengkapnya di Mitos Telaga Remis

Biaya/Tiket Masuk Telaga Remis, Kuningan

Hanya ada dua biaya yang harus kamu tunaikan. Waktu itu saya dan seorang teman menggunakan mobil. Untuk masuk kawasan, saya harus membayar tiket masuk sebesar Rp. 25.000.

telaga remis, biaya, cara, tiket masuk, akses, kuningan
Foto: Gloob/Dewa Aji

Setelah masuk, nggak ada biaya lagi. Biaya tambahan yang saya bayar hanya berupa parkir sebesar Rp. 5.000.

Perihal bebek-bebekan, saya ditawarkan Rp. 20.000 untuk 15 menit berkeliling. Mas-masnya baik. Dia bilang ke saya, “kalo sepi begini, lebih lama juga gapapa, kok.”

Untuk mancing, jujur saya kurang tahu. Saya nggak melihat ada himbauan harus membayar untuk mancing. Tapi kalo soal jajanan, dijamin, harganya normal dan nggak lebay kayak di Monas.

Untuk satu gelas kopi dan satu mie instan tanpa telur, saya hanya mengeluarkan biaya Rp. 11.000.

Baca juga: Terbata-bata Galunggung Tasikmalaya

Foto & Cerita: Galih

2
Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of
trackback

[…] terbentuknya telaga ini masih berkaitan dengan Telaga Remis, sebuah telaga cantik yang masih satu kawasan dengan Telaga […]

Dews
Guest
Dews

asdad