Angkor Wat merupakan salah satu wisata unggulan Kamboja yang bukan hanya menyajikan kekayaan sejarah serta budaya, tapi juga panoramanya yang eksentrik.

Foto: UNESCO wisata angkor wat, wisata kamboja, tiket masuk angkor wat, backpacker kamboja, fakta angkor wat, panduan angko wat kamboja

Percaya nggak percaya, Angkor Wat adalah monument religi paling besar di dunia, yang memiliki luas hingga 162 hektar lebih. Sebenarnya, awal pembuatan Angkor Wat ditujukan untuk umat Hindu, lalu pada abad ke-12, Angkor Wat bertransformasi menjadi tempat bersembahyang umat Budha.

_________

Baca juga: Ciptagelar, Kesederhanaan, dan Budaya Sunda

_________

Nah, nama Angkor Wat itu sendiri memiliki arti ‘Kota Candi’. Selain bisa melihat betapa megahnya candi terbesar di dunia dan mempelajari adat-adat yang masih sangat kental, di Angkor Wat kalian juga bisa mengetahui beragam cerita serta sejarah tentang kerajaan Khmer, salah satu kerajaan yang menjadi asal muasalnya Kamboja.

Foto: Lonely Planet wisata angkor wat, wisata kamboja, tiket masuk angkor wat, backpacker kamboja, fakta angkor wat, panduan angko wat kamboja

Waktu terbaik ke Angkor Wat, Kamboja:

Juni hingga Oktober adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Angkor Wat, karena suasana lebih kondusif meskipun cuaca susah di tebak. Namun, jika ingin menyaksikan penampilan terbaik tempat wisata ini, usahakan datang di pagi hari, sebelum jam 6.

________

Baca juga: Kilauan Pesona Shwedagon Pagoda

________ wisata angkor wat, wisata kamboja, tiket masuk angkor wat, backpacker kamboja, fakta angkor wat, panduan angko wat kamboja

Cara/akses dan biaya ke Angkor Wat, Kamboja:

Harga tiket pesawat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, ke Bandara Siem Reap, Kamboja, berkisar Rp. 1.500.000 hingga Rp. 2.500.000 (Pemesanan seminggu sebelum keberangkatan; harga selalu berubah). Selanjutnya, kalian bisa menyewa motor seharga Rp. 30.000 hingga Rp. 50.000 untuk satu hari, atau TukTuk, kendaran khas sejenis bajaj dengan harga sekitar Rp. 150.00 per harinya dan muat untuk 2 orang.

Penulis: Faizal Satrio

Foto: tourismcambodia.com

wisata angkor wat, wisata kamboja, tiket masuk angkor wat, backpacker kamboja, fakta angkor wat, panduan angko wat kamboja

 

 

 

 

 

________________________________________________________

Vihara Mahacetya Dhanagun, Bogor

Foto & teks: Dewa Aji Panggalih

Banyak hal yang bisa dipelajari tempat suci yang terletak di bogor dan telah berdiri kokoh selama lebih dari 300 tahun ini, salah satunya tentang penyebutannya.

________

Baca juga: Mengenal Permata Asia: Kota Tua

________

Tahukah kalian sebutan yang tepat untuk tempat ibadah yang ada pada foto di atas, klenteng atau vihara? Jawabannya adalah, nggak ada yang salah. Dulu, Klenteng lebih berfungsi pada tempat ibadah bagi penganut kepercayaan Taoisme dan Konfuciusisme, sedangkan vihara diperuntungkan untuk umat Buddha. Tapi, makin kesini ada perubahan besar di balik itu semua.

Hal ini dikarenakan adanya sinkritisme antar 3 kepercayaan tersebut: Buddha, Taois, dan Konfucius. Sinkritisme ini juga terjadi bukan karena kemauan, melainkan desakan. Klenteng harus mengubah namanya, mencatatkan dirinya dalam naungan agama Buddha demi kelangsungan peribadatan, karena di tahun 1960-an (Orde Baru), terdapat masa dimana kebudayaan Tionghoa dilarang di Indonesia. Banyak klenteng ditutup secara paksa.

________

Baca juga: Negara-negara yang Memiliki Julukan Penuh Makna

________

Nah, vihara yang memiliki nama lengkap Mahacetya Dhanagun ini merupakan vihara yang pertama kali dibangun di Kota Hujan, Bogor. Vihara Dhanagun juga menjadi salah satu vihara tertua yang ada di Indonesia. Vihara ini memiliki nama lain, biasanya digunakan oleh keturunan Cina asli, yakni Hok Tek Bio.

Kini, Vihara Dhanagun telah masuk dalam Majelis Budhayana Indonesia, yang mana acuannya jadi lebih terfokus menjadi tempat ibadah umat Buddha. Namun, praktik-praktik kepercayaan Cina tradisional tetap diperbolehkan, seperti Taoisme dan Konfusiusme. Taoisme telah memiliki akar-akar pemikiran sebelum datangnya masa Konfusiusme sendiri.

_________

Baca juga: Belajar Keanekaragaman Vietnam

________

Secara garis besar, Taoisme adalah sebuah aliran filsafat yang berasal dari Cina, yang diprakarsai oleh Laozi pada abad ke-6 SM. Perkembangan Taoisme sebagai aliran filsafat sangat pesat, hingga akhirnya terbentuklah sebuah agama rakyat yang mendasarkan diri pada Taoisme, yang lahir sekitar 2 abad setelahnya. Sedangkan Konfusiusme adalah sebuah ajaran yang kini kita lebih mengenalnya dengan nama Khonghucu.

Vihara Hok Tek Bio yang awalnya dibangun untuk memuja Hok Tek Cing Sien (Dewa Bumi) kini tak lagi sama. Akibat bercampurnya tiga aliran ke dalam satu vihara yakni Konfusiusme, Taoisme, dan Buddhisme, ciri khas dari Hok Tek Bio-pun menyesuaikan.

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of