Sebuah desa yang ngajarin kita kesederhanaan, tempat di mana kamu bisa ngerti budaya Sunda lebih dalam. Tempat di mana kamu bisa lebih tenang dengan jauh dari kebiasaan kota.

Masyarakat Ciptagelar hingga detik ini masih konsisten menjaga kelangsungan adat dan budayanya. Buat mereka, itu harga diri. Perilaku mereka, kalo menurut Gloob!, merupakan representasi sebenarnya dari ‘kesopanan khas Indonesia’.

Wisata budaya Sukabumi Ciptagelar
Foto: Fauzan Evan

Selain memiliki daya pikat tinggi, baik dari segi kultur, tata desa, atau alamnya, Ciptagelar juga punya satu makanan khas yang wajib kamu coba, yakni Sangu Akeul. Panganan ini adalah nasi yang terbuat dari beras yang udah berumur lama dan memiliki rasa yang terasa bedanya dengan nasi yang biasa kita makan.

Hal itu dikarenakan kandungan gula dalam sangu akeul udah sedikit banget. Bukan cuma itu, ada juga kopi khas Ciptagelar, di mana kopinya sudah dicampur gula aren, dan pastinya bisa kalian bawa pulang.

3 fakta unik Ciptagelar

Selain sangu akeul dan kopinya yang udah unik, ternyata desa ini juga punya hal lain yang nggak kalah menari, yaitu:

  • Menghasilkan beras yang mampu digunakan oleh 29.000 masyarakatnya
  • Memiliki pembangkit listrik sendiri
  • Punya stasiun TV sendiri! Bahkan, beberapa peralatannya dari barang bekas

Mau liburan di Ciptagelar, berapa biaya masuknya?

Nggak ada tarif yang ditentukan untuk singgah dan menginap di Ciptagelar. Semuanya berdasarkan kesadaran.

Maksudnya, kamu nggak bakal ditagih apapun saat di sana. Masyarakat Ciptagelar nggak mengharuskan wisatawan bayar untuk masuk ke kampungnya. Tapi meski begitu, akan lebih baik jika kamu memberikan ‘suguhan’ seikhlasnya. Nggak harus yang berlebihan.

Wisata budaya Sukabumi Ciptagelar

Cara ke Ciptagelar

Ada beberapa jalur menuju Ciptagelar, namun yang udah beraspal dan mudah dilewati adalah jalur Cicadas. Dari Cicadas, kalian harus menuju Cikadu lalu lanjut ke Gunung Bongkok. Satu hal lagi yang perlu kalian ketahui, yaitu persiapkan fisik yang fit, karena trekking menuju Ciptagelar bukanlah perjalanan yang mudah ditaklukin.

_________

Baca juga:

Penulis: Galih

1
Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of
trackback

[…] Baca juga: Belajar Kesederhanaan Dari Budaya Sunda […]