Tempe mendoan Purwokerto itu… setengah mateng. Dan parahnya lagi, tempe mendoan Purwokerto itu terbuat dari tempe. Kenapa harus tempe? Kenapa tempe mendoan nggak terbuat dari chicken nugget?

Liburan ke Purwokerto beberapa waktu silam bukanlah ketidak sengajaan. Saya dan kerabat yang bernama Harry (tanpa Tanoe) memang menjadikan Purwokerto sebagai salah satu tujuan dari tour de Java kami.

Singkat cerita, sampailah saya di kota yang tak terlalu jauh dari Jogja ini. Saat itu malam hari. Tentu nongkrong di alun-alun adalah kewajiban.

Sembari menyeruput penuh hikmat segelas kopi pahit yang terasa asing di lidah, saya teringat kota ini punya makanan khas yang aduhai: tempe mendoan. Lumayan nih kalo duet sama kopi, pikir saya.

Tempe mendoan legendaris

Sebenernya nggak sulit mencari tempe mendoan di Purwokerto. Hampir di setiap belokan ada. Tapi dari situ juga saya mulai bingung, mana yang paling legitos?

Ini penting, mengingat sudah menjadi hakikat bahwa dalam hidup kita mesti mencari yang terbaik, walau kantong agak macet.

mendoan purwokerto, wisata kuliner, makanan khas
Foto: Satria Martin

Untuk mendapatkan jawabannya, saya nanya-nanya ke warga sekitar yang nggak jauh dari tempat saya nyuruput kopi tadi. Dari penjaga warung sampai abang-abang penuh ratapan beban hidup, saya tanya.

Nah, dengan gelagat mager dan asep rokok yang belum sepenuhnya keluar dari mulut, abang-abang tadi ngasih informasi penting. Katanya, ada salah satu penjual tempe mendoan yang dagangannya pernah dibeli mantan Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. Bahkan, pejabat-pejabat tinggi daerah pun sering makan ditempat itu.

Penjual tempe mendoan yang dimaksud nggak berupa restoran atau mudah terlihat karena ada papan penunjuknya. Penjaja tempe mendoan legendaris yang disebut abang-abang itu berlokasi di dekat alun-alun Purwokerto, lebih tepatnya masuk ke dalam gang di sebelah minimarket alun-alun Purwokerto.

What a luck! Cuma beberapa meter dari tempat saya berdiri kala itu.

mendoan purwokerto, wisata kuliner, makanan khas

Sayangnya malam itu kurang beruntung. Tempatnya tutup. Tapi keesokan harinya, saya kembali lagi.

Saya membungkus 6 buah tempe mendoan, lalu memakannya di bangku-bangu depan sebuah minimarket yang hanya berjarak beberapa meter dari tempat penjaja tempe mendoan tersebut.

Ukurannya benar-benar gila. Lebar banget. Bisa jadi tutupan laptop kayaknya.

Rasanya emang enak. Gurih. Tapi jujur, saya nggak begitu ngerasain perbedaan yang signifikan antara tempe mendoan ini, dengan tempe mendoan yang dijual di deket kampus Univ Pancasila Jakarta. Selain ukuran, rasa dan kekenyalan teksturnya sama.

Bagaimana pun, tempe mendoan yang terkenal seantero Purwokerto ini masih jauh, jauh, jauh lebih baik dibanding beberapa menu makanan di resto atau kafe di dekatnya. Dengan harga yang super-anak-Depok-friendly, tempe mendoan ini recommended banget. Wajib kamu coba!

Baca juga: Lezatos! Inilah 6 Gudeg di Jogja yang Ampuh Bikin Kangen

Penulis: Galih

Leave a Reply

Please Login to comment

Apa yang ingin kamu sampaikan?

  Subscribe  
Notify of